Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
30/07/2026
CITILIVE

Hanya 80 dari 83 Ribu Desa-Kelurahan Capai Target TB, Kota Malang Masuk Daftar Daerah Percontohan

Shinta lubis
  • Juli 30, 2026
  • 2 min read
Hanya 80 dari 83 Ribu Desa-Kelurahan Capai Target TB, Kota Malang Masuk Daftar Daerah Percontohan

CITILIVE – Kota Malang masuk dalam kelompok daerah dengan capaian terbaik dalam percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) di Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr Benjamin Paulus Oktovianus mengungkapkan, dari sekitar 83 ribu desa dan kelurahan di Indonesia, baru sekitar 80 wilayah yang berhasil mencapai 100 persen cakupan pelaksanaan program TB, termasuk seluruh kelurahan di Kota Malang.

Pernyataan tersebut disampaikan dr Benyamin saat meninjau pelaksanaan Program Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Puskesmas Cisadea, Kota Malang, Kamis (30/7/2026).

“Kota Bogor dan Kota Malang sama-sama sudah mencapai 100 persen. Padahal di Indonesia capaian seperti ini belum sampai 10 persen. Dari sekitar 83 ribu desa dan kelurahan, baru sekitar 80 yang mencapai kondisi tersebut,” ujar dr Benyamin.

Menurutnya, capaian tersebut menjadikan Kota Malang sebagai salah satu daerah yang layak dijadikan rujukan nasional dalam upaya percepatan eliminasi TB. Pemerintah pusat pun meminta berbagai inovasi yang diterapkan Kota Malang didokumentasikan sebagai praktik baik agar dapat direplikasi di daerah lain.

“Ini bagus untuk diangkat. Nanti akan muncul pertanyaan kenapa Kota Malang dan Kota Bogor bisa mencapai 100 persen, sementara daerah lain belum,” katanya.

Selain menyoroti capaian tersebut, Wamenkes juga mengapresiasi sistem pendataan hingga tingkat kelurahan yang dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan program.

“Ini bisa dijual mahal,” ujarnya saat melihat data capaian yang telah disusun hingga tingkat kelurahan.

Dalam kunjungan tersebut, Ia juga meninjau pelaksanaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Puskesmas Cisadea. Ia menegaskan strategi pengendalian TB tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga pemberian terapi pencegahan kepada anggota keluarga atau kontak erat untuk memutus rantai penularan.

Baca Juga:  Polisi Sebut Perayaan Natal 2022 Berjalan Aman dan Lancar

Ia bahkan meminta program tersebut terus diperluas melalui dukungan anggaran pemerintah pusat karena dinilai efektif menekan risiko penularan TB di lingkungan keluarga.

Keberhasilan Kota Malang mencapai cakupan 100 persen di seluruh kelurahan sekaligus menerapkan terapi pencegahan bagi kontak erat pasien semakin memperkuat posisi kota ini sebagai salah satu model nasional dalam percepatan eliminasi tuberkulosis.