Empat WNI Ambil Peran di Balik Sukses Piala Dunia 2026, Dari Broadcast hingga Layanan VIP FIFA
SPOOTLIVE – Tak hanya menjadi penonton, empat Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil menorehkan prestasi dengan menjadi bagian dari penyelenggaraan FIFA World Cup 2026. Mereka dipercaya mengisi berbagai posisi strategis sebagai volunteer dan pendukung operasional di sejumlah stadion penyelenggara di Amerika Serikat dan Meksiko.
Keempatnya adalah Mita Yulian Sasmita, Nurul Ramadhan, Rano Boriring, dan Angela Hutabarat. Mereka lolos melalui proses seleksi internasional FIFA dan bertugas di bidang yang berbeda, mulai dari layanan siaran internasional, operasional stadion, manajemen relawan hingga pelayanan tamu VIP.
Mita Yulian Sasmita, perempuan asal Depok, Jawa Barat, dipercaya bertugas di divisi Broadcast Service. Pengalaman tersebut menjadi yang ketiga kalinya ia terlibat dalam ajang Piala Dunia FIFA setelah sebelumnya menjadi volunteer di Rusia 2018 dan Qatar 2022 pada bidang ticketing.
Sementara itu, Nurul Ramadhan, perempuan asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, ditempatkan di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, sebagai bagian dari Volunteer Management. Perempuan berusia 27 tahun itu bertanggung jawab mengoordinasikan kebutuhan operasional ribuan relawan selama turnamen berlangsung.
Dari Sulawesi Utara, Rano Boriring menjadi salah satu putra Indonesia yang dipercaya bertugas sebagai Operational Stadium Volunteer di Boston. Ia mengemban tugas mendukung operasional pertandingan agar berjalan lancar selama Piala Dunia berlangsung.
Adapun Angela Hutabarat, diaspora Indonesia yang menetap di Meksiko, bertugas di sektor VIP Services. Ia melayani tamu-tamu kehormatan FIFA dan berkesempatan berinteraksi langsung dengan sejumlah legenda sepak bola dunia.
Keberhasilan empat WNI tersebut menunjukkan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional, tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai bagian dari penyelenggara ajang olahraga paling bergengsi di dunia.
Piala Dunia FIFA 2026 sendiri menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta dan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain menghadirkan pertandingan kelas dunia, turnamen ini juga melibatkan puluhan ribu relawan dari berbagai negara yang bertugas mendukung kelancaran operasional kompetisi.
Kehadiran empat WNI tersebut menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Indonesia memiliki kompetensi untuk berkiprah di panggung global serta membawa nama Indonesia di balik suksesnya penyelenggaraan pesta sepak bola dunia.
