BI Malang Perkuat Digitalisasi UMKM Tujuh Daerah, Bidik Daya Saing hingga Stabilitas Ekonomi
CITILIVE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang memperkuat upaya percepatan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tujuh kabupaten/kota wilayah kerjanya sebagai strategi meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di daerah.
Kepala KPw BI Malang Indra Kuspriyadi mengatakan penguatan ekosistem UMKM menjadi salah satu fokus Bank Indonesia untuk mendorong pelaku usaha naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, adopsi teknologi digital, hingga perluasan akses pasar.
“Sapta Rona Pesona merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan UMKM di wilayah kerja Bank Indonesia Malang. Selain mendorong digitalisasi, program ini juga mendukung ketahanan pangan dan stabilitas harga,” ujar Indra pada kegiatan Sapta Rona Pesona di Kota Malang, Kamis (30/7/2026).

Program tersebut melibatkan pelaku UMKM dari tujuh kabupaten/kota yang menjadi wilayah kerja KPw BI Malang, meliputi Malang Raya, Pasuruan Raya, dan Probolinggo Raya. Kolaborasi lintas daerah itu diharapkan mampu memperluas jejaring usaha sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk unggulan lokal.
Menurut Indra, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui promosi produk, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

Karena itu, Bank Indonesia akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan guna membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kami ingin ekosistem pengembangan UMKM terus berkembang melalui sinergi dengan berbagai pihak sehingga dampaknya semakin luas bagi perekonomian daerah,” katanya.
Melalui penguatan digitalisasi dan kolaborasi tersebut, BI berharap UMKM di Malang Raya, Pasuruan Raya, dan Probolinggo Raya mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
