95 Persen Siap, Dishub Kota Malang Segera Luncurkan Angkot Pelajar Bersubsidi
CITILIVE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memastikan program angkot pelajar bersubsidi segera direalisasikan. Hingga awal Agustus 2026, persiapan operasional telah mencapai 95 persen, sementara penyelesaian sistem koperasi pengelola dan kesiapan armada menjadi tahap akhir sebelum layanan resmi beroperasi.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, saat ini fokus pemerintah adalah memastikan koperasi angkutan umum siap mengelola seluruh sistem operasional, mulai dari penjadwalan sopir hingga penyaluran subsidi.
“Koperasi nantinya menjadi pengelola operasional angkot pelajar, termasuk mengatur jadwal sopir dan sistem administrasinya. Karena itu kami ingin seluruh mekanisme benar-benar siap sebelum layanan dijalankan,” ujarnya.
Selain mengatur operasional, koperasi juga diwajibkan memiliki sistem audit untuk memantau kinerja sopir sekaligus menyusun laporan pertanggungjawaban penyaluran subsidi.
Dishub memastikan subsidi diberikan berdasarkan jarak tempuh, bukan jumlah pelajar yang diangkut. Setiap sopir akan menerima subsidi sebesar Rp6.200 per kilometer yang disalurkan melalui koperasi sesuai hasil pencatatan operasional harian.
“Semakin jauh jarak tempuh operasional, semakin besar subsidi yang diterima. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme pelayanan angkutan pelajar,” jelas Jaya.

Setelah sistem koperasi dinyatakan siap, Dishub akan melanjutkan tahapan sosialisasi kepada sekolah-sekolah sebelum angkot pelajar mulai beroperasi.
Sementara itu, Ketua Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang Stefanus Hari Wahyudi mengatakan para sopir kini tengah mempersiapkan armada agar memenuhi standar pelayanan.
Seluruh kendaraan wajib lolos uji KIR, memiliki administrasi lengkap, pajak kendaraan aktif, serta memenuhi standar kelayakan teknis. Armada yang memenuhi persyaratan akan dipasang stiker khusus sebagai penanda resmi angkot pelajar.
Menurutnya, sistem operasional juga menerapkan mekanisme giliran bagi sopir di setiap trayek agar seluruh pengemudi yang memenuhi persyaratan memperoleh kesempatan yang sama.
Di sisi lain, DPRD Kota Malang meminta program tersebut segera direalisasikan mengingat anggaran Rp1,9 miliar telah dialokasikan dalam APBD. Selain meningkatkan pelayanan transportasi bagi pelajar, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sopir angkot yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan pendapatan.
Ke depan, Dishub Kota Malang juga menyiapkan integrasi angkot dengan sistem feeder Trans Jatim sehingga angkutan kota dapat menjadi bagian dari jaringan transportasi publik yang saling terhubung, sekaligus mendukung penataan transportasi perkotaan yang lebih efektif.
