UIN Malang Gelar FGD Mahasiswa Kritis, Hadirkan BEM Malang Raya hingga Staf Ahli Kemenko Polkam
SMARTLIVE, MALANG– Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Nalar Mahasiswa Kritis, Aksi Strategis: Dari Malang untuk Indonesia”, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan SEMA dan DEMA UIN Malang itu berlangsung di Aula Rumah Singgah Lantai 4 Kampus 2 dan diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai perguruan tinggi serta organisasi kemahasiswaan di Malang Raya.
Sebanyak 57 peserta tercatat sebagai delegasi dari 20 kampus dan organisasi, mulai dari BEM, PMII, HMI hingga GMNI. Forum ini juga menghadirkan perwakilan pemerintah, termasuk staf ahli Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).
Wakil Rektor III UIN Malang, Triyo Supriyatno, yang membuka kegiatan mewakili Rektor UIN Malang, menegaskan pentingnya nalar kritis mahasiswa yang tetap konstruktif dan solutif.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan harus menghadirkan nalar kritis yang konstruktif. Aksi yang dilakukan tidak hanya idealis, tetapi juga realistis dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan industri agar gagasan yang lahir tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata.
Dalam forum tersebut, pembicara dari kalangan pemerintah dan akademisi berdialog langsung dengan mahasiswa terkait dinamika sosial, politik, hingga tantangan kebangsaan.
Perwakilan Kemenko Polkam, Yusup Rahman Hakim, menyebut pemerintah terbuka terhadap aspirasi mahasiswa selama disampaikan secara konstruktif.
“Pemerintah sangat terbuka terhadap masukan dari kelompok kritis. Namun perlu dihindari narasi yang kontraproduktif dan berpotensi memicu instabilitas,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Malang, Agus Maimun, menilai forum dialog seperti FGD lebih efektif dalam membangun komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah dibanding aksi yang berpotensi mengganggu kepentingan publik.
Melalui kegiatan ini, UIN Malang berharap lahir gagasan strategis dari mahasiswa yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu memberi solusi konkret bagi pembangunan bangsa. (Shin)
