SMARTLIVE – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menorehkan prestasi nasional. Tim S1 Teknik Sipil UM meraih Juara Metode Perakitan Terbaik dan Juara 2 Umum dalam ajang Fondasi Steel Bridge Competition 2026 yang digelar Universitas Sebelas Maret (UNS).
Tim yang beranggotakan Mohammad Arinal Haq Gyanendra, Rizqie Muhammad Zulfan, dan Muhammad Iqbal Maulana tersebut unggul dalam aspek teknis, inovasi, serta kecepatan perakitan.
Dalam kompetisi, tim UM mencatatkan waktu perakitan 52 menit, jauh di bawah batas maksimal tiga jam, sekaligus menjadi yang tercepat di antara peserta.
Keunggulan tim tidak lepas dari penerapan teknologi dalam proses desain dan konstruksi. Mereka memanfaatkan perangkat lunak analisis struktur seperti SAP2000 dan Idea Statica, serta mengintegrasikan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan efisiensi desain dan akurasi perhitungan.
Selain itu, inovasi yang diusung berfokus pada konsep keberlanjutan, di antaranya pengembangan sistem pelapis self-healing, pemanfaatan limbah industri melalui steel slag asphalt, hingga penerapan Structural Health Monitoring System (SHMS) berbasis sensor.
Dosen pembimbing, Nur Latifah Khomsiati, menyebut capaian ini merupakan hasil dari kesiapan teknis dan semangat kompetitif mahasiswa.
“Kemampuan mereka sudah sangat baik, saya hanya memberikan arahan dan validasi,” ujarnya.
Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi UM sebagai kampus yang konsisten melahirkan inovasi di bidang teknik dan infrastruktur, serta menunjukkan daya saing mahasiswa di tingkat nasional. (shin)
