Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
25/05/2026
SMARTLIVE

S3 BK UM Jalani Asesmen LAMDIK, Perkuat Mutu Akademik dan Daya Saing Global

rifamahmudah
  • Mei 25, 2026
  • 2 min read
S3 BK UM Jalani Asesmen LAMDIK, Perkuat Mutu Akademik dan Daya Saing Global

SMARTLIVE – Universitas Negeri Malang terus memperkuat budaya mutu akademik melalui asesmen lapangan Program Studi S3 Bimbingan dan Konseling (BK) bersama asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Sabtu (23/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 lantai 4 UM itu menjadi bagian penting dalam proses akreditasi sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap kualitas program studi doktoral.

Asesmen lapangan menghadirkan dua asesor LAMDIK, yakni Muhammad Nur Wangid dan Dwi Yuwono Puji Sugiharto. Keduanya melakukan verifikasi langsung terhadap berbagai dokumen, data akademik, hingga sistem tata kelola yang sebelumnya diunggah melalui sistem akreditasi LAMDIK.

Koordinator Program Studi S2 dan S3 BK UM, Muslihati, mengatakan asesmen lapangan menjadi tahapan krusial dalam proses akreditasi karena menjadi ruang evaluasi dan pembenahan berkelanjutan bagi program studi.

“Dengan adanya akreditasi, khususnya asesmen lapangan, kita dapat melakukan evaluasi diri yang nantinya berguna untuk menyusun tindak lanjut dan peningkatan kualitas secara berkesinambungan,” ujarnya.

Tak hanya melakukan pemeriksaan dokumen, tim asesor juga melakukan wawancara terhadap dosen, mahasiswa, alumni, hingga tenaga kependidikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data dalam Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi riil di lapangan.

UM disebut telah melakukan berbagai persiapan sejak setahun terakhir. Mulai dari penyusunan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS), penguatan bukti pendukung, penataan sarana dan prasarana, hingga peningkatan sistem pembelajaran dan layanan akademik.

“Persiapan asesmen lapangan bukan berarti memoles sesuatu yang tidak ada, tetapi bagaimana hal-hal yang sudah dimiliki dapat ditampilkan dengan lebih baik,” jelas Muslihati.

Sementara itu, dosen BK UM, Nur Hidayah, menyebut asesmen lapangan turut meninjau sembilan kriteria utama akreditasi. Penilaian mencakup visi dan misi, tata kelola, kemahasiswaan, sumber daya manusia, keuangan, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga sistem penjaminan mutu internal.

Baca Juga:  Dari UBHINUS ke Industri Teknologi: Kisah Sukses Alumni yang Kini Jadi IT Project Manager di HashMicro

Melalui asesmen tersebut, UM menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan mencetak lulusan doktor Bimbingan dan Konseling yang unggul, profesional, serta mampu bersaing di tingkat global. Langkah ini juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin pendidikan berkualitas melalui penguatan standar mutu pendidikan tinggi di Indonesia. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *