Mahasiswa UIN Malang Kembangkan Pembelajaran Matematika Berbasis MathCityMap
SMARTLIVE,MALANG — Pembelajaran matematika tidak harus berlangsung di dalam kelas. Gagasan itu dikembangkan Achmad Allafa Al Azka, lulusan Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, melalui media latihan soal berbasis MathCityMap dengan memanfaatkan kawasan Kota Lama Surabaya sebagai konteks pembelajaran.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui skripsi berjudul “Pengembangan Media Latihan Soal Berbantuan MathCityMap Terintegrasi Konteks Kota Lama Surabaya dalam rangka untuk Meningkatkan Literasi Matematis Siswa Kelas IX”. Penelitian itu dibimbing Dr. Marhayati, M.PMat.
Konsep yang dikembangkan menempatkan lingkungan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Siswa tidak hanya mengerjakan soal dari buku, tetapi mengikuti rute pembelajaran yang telah dirancang di sejumlah titik kawasan Kota Lama Surabaya. Pada setiap titik, siswa menghadapi tantangan matematika yang berkaitan dengan objek di lingkungan sekitar.

Mereka dituntut mengamati objek, memperoleh informasi, melakukan pengukuran atau perkiraan, memahami persoalan, kemudian menentukan strategi untuk menyelesaikannya. Platform MathCityMap digunakan untuk mengintegrasikan rute dan tantangan tersebut dalam perangkat digital. Namun, penyelesaian soal tetap mengharuskan siswa melakukan pengamatan dan aktivitas langsung di lapangan. Model pembelajaran ini diarahkan untuk meningkatkan literasi matematis siswa kelas IX, yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memperoleh jawaban, tetapi juga memahami situasi, merumuskan persoalan, menggunakan konsep matematika, melakukan penalaran, serta menafsirkan hasil berdasarkan konteks kehidupan nyata.

Kota Lama Surabaya dipilih sebagai konteks karena memiliki berbagai objek yang dapat dikaitkan dengan persoalan matematika. Jarak, ukuran, bentuk, ruang, pola, hingga karakteristik bangunan dapat digunakan sebagai bahan untuk menyusun soal kontekstual. Pengembangan media dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, observasi lokasi, perancangan rute, penentuan titik koordinat, penyusunan soal, hingga integrasi ke dalam platform MathCityMap. Media yang dikembangkan selanjutnya melalui proses validasi dan uji coba untuk mengetahui kelayakan serta penerapannya dalam pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, dan tes literasi matematis.
Melalui pendekatan tersebut, matematika ditempatkan dalam situasi yang lebih dekat dengan kehidupan siswa. Teknologi digunakan sebagai sarana untuk mengarahkan aktivitas belajar, sementara lingkungan menjadi objek yang diamati dan digunakan sebagai konteks penyelesaian masalah. Inovasi Achmad menunjukkan salah satu bentuk pengembangan pembelajaran matematika yang memadukan teknologi digital, eksplorasi lingkungan, konteks sejarah, dan literasi matematis dalam satu aktivitas pembelajaran. (Shin)
