Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
27/10/2026
SMARTLIVE

FTIK UIN Malang Dorong Profesionalisme Guru Madrasah melalui Sosialisasi Sertifikasi Pendidik

rifamahmudah
  • Oktober 27, 2026
  • 6 min read
FTIK UIN Malang Dorong Profesionalisme Guru Madrasah melalui Sosialisasi Sertifikasi Pendidik

SMARTLIVE – Peningkatan kualitas pendidikan Islam tidak dapat dilepaskan dari peran guru yang kompeten, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi. Guru madrasah bukan hanya bertanggung jawab menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Oleh karena itu, penguatan profesionalisme pendidik menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan pendidikan madrasah yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman.

Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam yang mengangkat tema “Sosialisasi Sertifikasi Guru: Memahami Standar Kompetensi Pendidik Madrasah”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2026, ini melibatkan 250 peserta dari kalangan masyarakat umum dan menjadi sarana untuk memperluas pemahaman mengenai pentingnya sertifikasi dalam pengembangan profesi guru.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Muh. Yunus, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, hadir sebagai narasumber. Ia berbagi pandangan bersama H. Syaiful Nuri, Anggota DPR RI Komisi VIII, mengenai pentingnya memahami sertifikasi guru secara menyeluruh, termasuk kaitannya dengan kompetensi, tanggung jawab, dan kualitas pelaksanaan tugas pendidikan.

Forum ini menekankan bahwa sertifikasi guru seharusnya tidak dipandang sebatas tahapan administratif untuk memperoleh pengakuan profesional. Lebih dari itu, sertifikasi menjadi bagian dari upaya mendorong pendidik agar terus meningkatkan kualitas diri dan menjalankan profesinya sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan.

Guru Memiliki Peran Penting dalam Pembentukan Karakter

Dalam pemaparannya, Dr. Muh. Yunus menyoroti posisi strategis guru dalam menentukan kualitas pendidikan sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa. Menurutnya, tanggung jawab seorang pendidik tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan di ruang kelas. Guru juga harus mampu memberikan keteladanan melalui sikap, perilaku, serta komitmen dalam menjalankan amanah pendidikan.

Baca Juga:  Puluhan Siswa SDK Santa Maria III Lakukan Kampanye Lingkungan

Peran tersebut menjadi semakin penting dalam lingkungan madrasah yang mengintegrasikan pengembangan kemampuan akademik dengan penanaman nilai-nilai agama. Guru dituntut mampu mendampingi peserta didik agar berkembang secara intelektual sekaligus memiliki akhlak yang baik, sikap bertanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Karena itu, profesionalisme pendidik perlu dibangun melalui kesungguhan dalam meningkatkan kompetensi dan menjaga integritas. Guru harus memiliki kemauan untuk terus belajar, memperbarui pengetahuan, serta menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik yang terus berkembang.

Selain kemampuan mengajar, kualitas seorang guru juga tercermin dari kesanggupannya menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendorong perkembangan potensi siswa. Keteladanan dalam bersikap, kedisiplinan, serta tanggung jawab terhadap tugas merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang tidak selalu dapat dicapai hanya melalui penyampaian materi pelajaran.

Dalam konteks pendidikan Islam, keterpaduan antara kompetensi profesional dan karakter pendidik menjadi fondasi untuk membangun madrasah yang tidak hanya unggul dalam capaian akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

Sertifikasi sebagai Langkah Pengembangan Kompetensi Pendidik

Melalui sosialisasi tersebut, peserta diajak memahami bahwa sertifikasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar pengakuan terhadap profesi guru. Proses ini berkaitan dengan upaya meningkatkan mutu pendidik sekaligus mendorong kesadaran mengenai standar kompetensi yang perlu dimiliki dalam menjalankan tugas profesional. Sertifikasi dapat menjadi salah satu pendorong bagi guru untuk mengevaluasi kemampuan diri dan terus mengembangkan kapasitasnya.

Dengan pemahaman yang tepat, pendidik diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan, tetapi juga menjadikan pengembangan profesional sebagai bagian dari perjalanan karier yang berkelanjutan. Tantangan pendidikan yang semakin beragam menuntut guru untuk memiliki kesiapan menghadapi perubahan. Perkembangan teknologi, perubahan karakteristik peserta didik, serta kebutuhan pembelajaran yang semakin dinamis mengharuskan pendidik terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.

Baca Juga:  62% Wisudawan UIN Malang Berpredikat Cumlaude

Dalam situasi tersebut, peningkatan kompetensi perlu dilakukan secara konsisten melalui berbagai kegiatan pengembangan diri, pertukaran pengalaman, pelatihan, dan refleksi terhadap praktik pembelajaran. Langkah ini penting agar guru mampu memberikan layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.Pemahaman mengenai standar kompetensi juga diharapkan membantu pendidik mengenali tanggung jawab profesionalnya secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, sertifikasi tidak berhenti sebagai pencapaian formal, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap mutu pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Dukungan Pemangku Kebijakan untuk Kemajuan Guru Madrasah

Dalam kesempatan yang sama, H. Syaiful Nuri, Anggota DPR RI Komisi VIII, menyampaikan dukungannya terhadap berbagai upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme guru madrasah. Ia menekankan pentingnya perhatian dari berbagai pihak dalam memperkuat kedudukan guru sebagai salah satu unsur utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Menurut perspektif tersebut, pengembangan profesionalisme pendidik membutuhkan dukungan yang tidak hanya bertumpu pada individu guru. Pemerintah, lembaga legislatif, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Aspek kompetensi, kesejahteraan, dan pengakuan terhadap profesi guru perlu menjadi perhatian bersama. Pendidik yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menjalankan tugas dalam lingkungan yang mendukung akan memiliki ruang lebih luas untuk meningkatkan kualitas pengabdiannya.

Sertifikasi menjadi salah satu instrumen dalam upaya memperkuat profesionalisme tersebut. Namun, peningkatan mutu pendidikan juga memerlukan kesinambungan antara kebijakan, pengembangan kompetensi, dan komitmen pendidik dalam menjalankan tugas sehari-hari. Sinergi antarpihak diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem pendidikan madrasah yang lebih kuat. Dengan dukungan yang tepat, guru dapat terus mengembangkan kapasitasnya sekaligus memperkuat peran dalam membangun generasi yang memiliki pengetahuan, karakter, dan keterampilan untuk menghadapi masa depan.

Baca Juga:  Tips Mengatasi Kecemasan Menghadapi Ujian

Ngopi Menjadi Ruang Edukasi dan Penguatan Mutu Pendidikan Islam

Kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam atau Ngopi menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan gagasan, memperluas wawasan, dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai isu-isu strategis dalam pendidikan Islam. Melalui sosialisasi sertifikasi guru, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami pentingnya standar kompetensi dan pengembangan profesional bagi pendidik madrasah. Kegiatan semacam ini juga dapat memperkuat kesadaran bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Guru sebagai pelaksana utama pembelajaran perlu didukung oleh kebijakan yang tepat, lingkungan kelembagaan yang kondusif, serta partisipasi masyarakat yang berkelanjutan.

Bagi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, keterlibatan dalam forum peningkatan mutu pendidikan Islam tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik untuk mendukung pengembangan kualitas pendidik. Kehadiran akademisi dalam kegiatan edukatif di tengah masyarakat membuka peluang untuk memperluas penyebaran pengetahuan sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan kebutuhan pendidikan di lapangan. Upaya tersebut sejalan dengan pentingnya membangun pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter, penguatan nilai moral, dan pengembangan potensi manusia secara menyeluruh.

Pada akhirnya, sertifikasi guru merupakan salah satu langkah untuk mendorong pengakuan dan penguatan profesionalisme pendidik. Namun, kualitas seorang guru juga ditentukan oleh kesediaannya untuk terus belajar, menjaga integritas, serta menjalankan tanggung jawab dengan penuh dedikasi. Ketika kompetensi, karakter, dan semangat pengabdian berjalan beriringan, guru madrasah memiliki peran yang semakin kuat dalam menciptakan pendidikan Islam yang bermutu. Melalui pendidik yang profesional dan berintegritas, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

1 Comment

  • Hello my loved one I want to say that this post is amazing great written and include almost all significant infos I would like to look extra posts like this

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *