FTIK UIN Malang Dorong Kolaborasi Tokoh Masyarakat dan GTK Demi Wujudkan Madrasah Unggul di Pasuruan
SMARTLIVE – Peningkatan kualitas pendidikan madrasah membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari tenaga pendidik, pemangku kebijakan, hingga tokoh masyarakat. Sinergi yang kuat di antara unsur-unsur tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan lembaga pendidikan Islam yang berkualitas, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Semangat kolaborasi tersebut tercermin dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) melalui Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam yang digelar pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Pasuruan.
Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan mitra Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebagai upaya memperkuat hubungan antara madrasah dan berbagai elemen masyarakat. Mengusung tema “Seminar Sinergi Tokoh Masyarakat dan Madrasah untuk Pendidikan Unggul”, forum ini menjadi wadah diskusi untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam.
Melalui pertemuan tersebut, madrasah didorong untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan internal, tetapi juga memperluas jejaring dan membangun kemitraan yang berkelanjutan. Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni H. Syaiful Nuri, Anggota DPR RI Komisi VIII, dan Dr. Wiku Aji Sugiri, M.Pd., Ketua Unit Pengembangan Pendidikan Pembelajaran Islam. Kedua pemateri memberikan sudut pandang yang saling melengkapi mengenai pengembangan pendidikan madrasah, terutama terkait pentingnya dukungan kebijakan, partisipasi masyarakat, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Dalam konteks pendidikan Islam, keberadaan madrasah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan luas, tetapi juga berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Untuk menjalankan peran tersebut secara optimal, madrasah membutuhkan lingkungan yang mendukung, baik dari sisi kebijakan, sosial kemasyarakatan, maupun penguatan sumber daya manusia. Tokoh masyarakat menjadi salah satu unsur yang memiliki posisi strategis dalam membangun lingkungan pendidikan yang kondusif.
Dukungan mereka dapat mendorong tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap perkembangan madrasah, meningkatkan partisipasi lingkungan sekitar, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan Islam.Di sisi lain, madrasah juga dituntut untuk terus berbenah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan metode pembelajaran, serta peningkatan kompetensi pendidik merupakan beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan dari berbagai pihak, madrasah diharapkan mampu menghadirkan proses pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai landasan utamanya.
Keterlibatan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) turut menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Guru memiliki peran langsung dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, sedangkan tenaga kependidikan mendukung kelancaran administrasi serta pengelolaan lembaga. Oleh karena itu, peningkatan mutu madrasah perlu diiringi dengan penguatan kapasitas seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.
Kolaborasi antara madrasah, GTK, tokoh masyarakat, dan pemangku kebijakan diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret yang berkelanjutan. Dukungan yang terbangun tidak seharusnya berhenti pada diskusi atau pertemuan formal, tetapi perlu diterjemahkan menjadi upaya nyata untuk memperbaiki lingkungan belajar, membangun budaya mutu, dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam mendukung pendidikan.
Program Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan gagasan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui forum dialog seperti ini, berbagai pihak memperoleh kesempatan untuk bertukar pandangan, mengenali tantangan pendidikan, serta memperkuat pemahaman tentang tanggung jawab bersama dalam memajukan madrasah.

Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Lingkungan sosial yang mendukung, kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas, serta hubungan yang baik antara lembaga pendidikan dan masyarakat juga berpengaruh terhadap keberlangsungan proses pendidikan. Karena itu, membangun ekosistem pendidikan yang sehat menjadi langkah penting dalam mewujudkan madrasah yang unggul.
Bagi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kegiatan ini mencerminkan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam di tengah masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan dan mempersiapkan calon pendidik, tetapi juga dapat berkontribusi melalui penguatan jejaring, pertukaran gagasan, serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Melalui kegiatan Ngopi di Pasuruan, semangat membangun pendidikan madrasah melalui kolaborasi kembali ditekankan. Sinergi antara tokoh masyarakat, pemerintah, pendidik, dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menjadi kekuatan bersama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan Islam.Madrasah unggul tidak lahir dari upaya satu pihak semata, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan komitmen dan kepedulian bersama. Dengan kerja sama yang terarah dan berkelanjutan, madrasah diharapkan semakin mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki karakter kuat, serta siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

1 Comment
Your choice of words makes the key lessons easy to remember afterward. I hope you continue adding posts with this level of care and detail.