Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
20/09/2026
SMARTLIVE

Evaluasi PBAK FTIK UIN Malang Perkuat Karakter Ulul Albab

rifamahmudah
  • September 20, 2026
  • 5 min read
Evaluasi PBAK FTIK UIN Malang Perkuat Karakter Ulul Albab

SMARTLIVE – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mendorong terciptanya kegiatan kemahasiswaan yang tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Evaluasi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kegiatan evaluasi tersebut berlangsung pada Jumat, 18 September 2026, di Aula Microteaching Lantai 2. Pertemuan ini menjadi momentum untuk melihat kembali pelaksanaan PBAK sekaligus memperkuat koordinasi, kekompakan, dan kesamaan tujuan di antara seluruh panitia. Dalam sebuah kegiatan yang melibatkan banyak orang, kesamaan persepsi menjadi salah satu faktor penting agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik. Setiap individu tentu memiliki pemikiran, pengalaman, dan cara bekerja yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut perlu diarahkan dalam satu tujuan agar dapat menjadi kekuatan bersama. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Dekan FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, MA.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya seluruh panitia memiliki pemahaman dan persepsi yang sama ketika menjalankan sebuah kegiatan. Menurutnya, kesamaan persepsi dapat menjadi dasar dalam membangun koordinasi yang baik. Ketika seluruh panitia memahami tujuan yang hendak dicapai, pembagian tugas dapat berjalan lebih jelas dan setiap orang dapat menjalankan tanggung jawabnya secara optimal. Lebih dari sekadar persoalan teknis, kesamaan arah juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Kegiatan kemahasiswaan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar menjalankan amanah, bekerja bersama, berkomunikasi, serta menghadapi berbagai persoalan yang muncul selama proses kegiatan. “Setiap kegiatan bukan sekadar menyelesaikan agenda, tetapi menjadi ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan membangun karakter. Karena itu, seluruh panitia perlu menyatukan persepsi dan menunjukkan nilai-nilai Ulul Albab dalam setiap pelaksanaan kegiatan,” ujar Dekan FTIK.

Baca Juga:  94,4% DPT Berpartisipasi dalam Pemilihan Calon Dekan Fakultas Teknik UB

Pesan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PBAK memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar agenda penyambutan atau pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru. Di dalam prosesnya, terdapat pembelajaran mengenai budaya akademik, kehidupan organisasi, komunikasi, kepemimpinan, hingga tanggung jawab. Mahasiswa yang terlibat sebagai panitia tidak hanya bertugas memastikan setiap kegiatan berlangsung sesuai susunan acara. Mereka juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menghadapi dinamika organisasi. Mulai dari menyusun rencana, melakukan koordinasi, membagi tugas, berkomunikasi dengan berbagai pihak, hingga menyelesaikan persoalan yang muncul di lapangan.

Pengalaman seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karakter. Tidak semua pembelajaran dapat diperoleh melalui materi perkuliahan di dalam kelas. Ada berbagai nilai yang justru tumbuh melalui pengalaman langsung ketika mahasiswa berhadapan dengan situasi nyata. Dalam sebuah kepanitiaan, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Dosen dan mahasiswa memiliki peran yang berbeda, begitu pula setiap anggota panitia memiliki latar belakang dan pengalaman yang tidak sama. Perbedaan tersebut tidak harus menjadi hambatan selama semua pihak memiliki tujuan yang sama. Menyatukan persepsi bukan berarti menghilangkan perbedaan.

Sebaliknya, kesamaan persepsi dapat menjadi jembatan agar berbagai pemikiran dan kemampuan dapat diarahkan menuju tujuan bersama. Dengan demikian, setiap individu tetap dapat memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya tanpa kehilangan arah utama kegiatan. Koordinasi kemudian menjadi bagian penting dari proses tersebut. Ketika setiap panitia memahami peran masing-masing, pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih terarah. Setiap anggota juga dapat mengetahui kapan harus bekerja secara mandiri dan kapan perlu berkolaborasi dengan anggota lainnya. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membangun kekompakan dalam sebuah tim.

Keberhasilan suatu kegiatan tidak hanya ditentukan oleh satu atau dua orang, tetapi merupakan hasil dari kontribusi banyak pihak yang bekerja sesuai tanggung jawabnya. PBAK sendiri menjadi salah satu pengalaman awal mahasiswa dalam mengenal kehidupan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai nilai dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan kampus. Namun, proses pembentukan karakter sebenarnya tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa yang menjadi peserta PBAK. Para mahasiswa yang terlibat sebagai panitia juga mendapatkan proses pembelajaran yang tidak kalah penting. Ketika mahasiswa ikut menyusun konsep, mempersiapkan kegiatan, melakukan koordinasi, menjalankan tugas, hingga mengevaluasi pelaksanaan acara, mereka sedang belajar menghadapi berbagai tantangan secara langsung. Ada target yang harus diselesaikan, komunikasi yang harus dijaga, perbedaan pendapat yang perlu dikelola, serta berbagai persoalan yang membutuhkan solusi. Dari proses tersebut, tumbuh berbagai keterampilan yang akan berguna bagi mahasiswa, seperti kemampuan bekerja dalam tim, kepemimpinan, komunikasi, pengambilan keputusan, serta rasa tanggung jawab.

Baca Juga:  Hindari Learning Loss dengan Hybrid Learning saat PTM Terbatas

Evaluasi PBAK FTIK UIN Malang tahun 2026 menjadi momentum untuk melihat bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak cukup hanya diukur dari apakah seluruh agenda telah selesai dilaksanakan. Ada nilai dan pengalaman yang jauh lebih penting untuk diperhatikan setelah kegiatan berakhir. Sebuah kegiatan dapat dikatakan memberikan dampak positif ketika seluruh pihak yang terlibat memperoleh pengalaman dan pembelajaran. Ketika panitia mampu membangun komunikasi, menyatukan persepsi, menjaga kekompakan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, maka proses tersebut telah menjadi bagian dari pendidikan karakter. Semangat inilah yang sejalan dengan upaya FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menanamkan nilai-nilai Ulul Albab. Nilai tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan yang mendorong mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, dan bertanggung jawab.

Evaluasi PBAK akhirnya bukan sekadar kegiatan untuk melihat kembali kekurangan dan keberhasilan sebuah agenda. Lebih dari itu, evaluasi menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama agar kegiatan-kegiatan berikutnya dapat berjalan semakin baik.Dengan satu persepsi, koordinasi dapat menjadi lebih kuat. Dengan satu tujuan, berbagai perbedaan dapat diarahkan menjadi kekuatan. Dan dengan semangat Ulul Albab, kegiatan kemahasiswaan diharapkan tidak hanya menghasilkan acara yang terlaksana, tetapi juga melahirkan pengalaman yang membentuk karakter mahasiswa. Pada akhirnya, sebuah kegiatan mungkin selesai dalam hitungan hari, tetapi nilai yang diperoleh dari proses tersebut dapat menjadi bekal yang panjang bagi mahasiswa. Dari kerja sama, mereka belajar menghargai peran orang lain. Dari tanggung jawab, mereka belajar menjaga amanah. Dari evaluasi, mereka belajar memperbaiki diri. Dan dari seluruh proses tersebut, karakter mahasiswa terus dibangun untuk menjadi pribadi yang memiliki wawasan, tanggung jawab, serta mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan dan masyarakat. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *