Water Bombing TPA Supit Urang Malang Ditargetkan hingga 31 Oktober, Bara Api Ditangani dari Darat
CITILIVE— Pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, diperkuat dengan operasi helikopter water bombing dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Operasi yang dimulai pada Minggu (25/10/2026) itu ditargetkan berlangsung hingga 31 Oktober, bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Heru Mulyono mengatakan, bantuan pemadaman udara tersebut merupakan inisiatif BPBD Jawa Timur untuk mempercepat penanganan kebakaran di TPA Supit Urang.
“Water bombing ini atas inisiatif dari BPBD Provinsi, Bu Gubernur Jawa Timur yang membantu Kota Malang dalam rangka untuk mempercepat proses pemadaman di TPA Supit Urang. Estimasi yang sudah kami tetapkan sampai tanggal 31 Oktober nanti, melihat situasi,” ujar Heru.
Operasi udara dilakukan hingga tiga sortie atau penerbangan per hari. Helikopter mengambil pasokan air dari kolam di kawasan Lembah Dieng untuk kemudian menjatuhkannya ke titik-titik kebakaran.
Pemerintah Kota Malang turut mendukung operasional tersebut dengan menyiapkan bahan bakar avtur sekitar 800 kilogram per hari. Jadwal penerbangan disesuaikan dengan kondisi angin, yakni pukul 06.00–11.00 WIB dan 13.30–17.00 WIB.
Meski hujan mulai mengguyur wilayah Malang Raya dan membantu mengurangi ketebalan asap, upaya pemadaman belum bisa mengandalkan cuaca. Bara api yang berada di lapisan dalam timbunan sampah masih memerlukan penanganan langsung.
Petugas gabungan melakukan pembongkaran timbunan sampah yang mengeluarkan asap sebelum menyiramnya dengan air. Setelah dipastikan padam, timbunan tersebut ditutup kembali.
BPBD Kota Malang juga menggunakan metode injeksi air melalui pipa besi berlubang yang ditancapkan ke dalam tumpukan sampah. Teknik ini dilakukan untuk menjangkau titik bara api yang sulit terkena penyiraman dari permukaan.
Heru menyebut, penanganan kebakaran saat ini difokuskan pada area old landfill seluas sekitar 8 hektare. Sementara itu, area new landfill yang turut terdampak mencapai sekitar 7 hektare. Menurut dia, belum ada perluasan area kebakaran baru.
Operasi pemadaman udara dan darat tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus menekan dampak asap dari kawasan TPA terhadap lingkungan sekitar.
