Wali Kota Malang Dorong Kendaraan Listrik Jadi Armada Pemkot, Awali Langkah Menuju Kota Rendah Emisi
CITILIVE – Pemerintah Kota Malang mulai mempercepat transisi menuju transportasi ramah lingkungan. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan kendaraan listrik akan menjadi bagian dari armada operasional pemerintah, termasuk untuk mendukung layanan publik, sebagai langkah konkret menekan emisi karbon dan memperkuat komitmen menuju kota rendah emisi.
Komitmen tersebut disampaikan Wahyu saat melepas Flag Off Parade Mobil Listrik Malang Bersinar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Besar Ijen, Minggu (26/7/2026). Kegiatan hasil kolaborasi Pemkot Malang, PT PLN (Persero), dan Jawa Pos itu menjadi kampanye penggunaan kendaraan listrik sekaligus penguatan ekosistem energi bersih di Kota Malang.
Wahyu mengatakan penggunaan kendaraan listrik bukan lagi sebatas kampanye, melainkan mulai diarahkan menjadi bagian dari kebijakan operasional Pemerintah Kota Malang.
Saat ini, Pemkot Malang tengah mengkaji pemanfaatan kendaraan listrik untuk berbagai layanan pemerintahan, mulai kendaraan dinas hingga armada pengangkut sampah.

“Kami sedang mengkaji pemanfaatan kendaraan listrik dalam berbagai kegiatan pemerintahan, termasuk mobil pengangkut sampah. Harapannya, penggunaan kendaraan listrik dapat menekan biaya operasional sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon,” ujar Wahyu.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga kualitas lingkungan Kota Malang yang selama ini dikenal memiliki kualitas udara yang baik.
Ia mengungkapkan, penghargaan sebagai salah satu kota besar dengan kualitas udara terbaik di Asia Tenggara harus dijaga melalui kebijakan yang berorientasi pada pengurangan penggunaan energi fosil.
“Penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu solusi nyata untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sekaligus menjaga kualitas udara Kota Malang,” katanya.

Parade Malang Bersinar diikuti berbagai jenis kendaraan berbasis listrik, mulai mobil listrik, sepeda motor listrik, becak listrik hingga gerobak sampah listrik. Sejumlah komunitas kendaraan listrik, dealer otomotif, serta perangkat daerah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah hadirnya gerobak sampah listrik hasil bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang akan digunakan mendukung operasional Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.
Sementara itu, Manajer PT PLN (Persero) UP3 Malang Agung Wibowo menegaskan PLN siap mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Kota Malang melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan dan penguatan ekosistem kendaraan berbasis baterai.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan target nasional mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060.
“PLN siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Malang untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik dan mendukung berbagai program transisi energi di daerah,” ujar Agung.
Ia menilai keterlibatan Pemerintah Kota Malang dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik menunjukkan keseriusan daerah dalam mendukung agenda nasional pengurangan emisi gas rumah kaca.
Melalui program Malang Bersinar, Pemkot Malang berharap penggunaan kendaraan listrik semakin meluas, tidak hanya di lingkungan pemerintahan tetapi juga di masyarakat, sehingga mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
