Trans Jatim Koridor 2 Dilengkapi CCTV dan Sensor Pengemudi, Kapasitas 28 Penumpang
CITILIVE— Bus Trans Jatim Koridor 2 rute Kota Malang–Kepanjen, Kabupaten Malang, dilengkapi sejumlah perangkat keselamatan, mulai dari kamera pengawas atau CCTV hingga Driver Monitoring System (DMS) untuk memantau kondisi pengemudi selama bertugas.
Budi menjelaskan, kelengkapan keselamatan bus tersebut secara umum tidak jauh berbeda dengan Trans Jatim Koridor 1. Fasilitas yang tersedia meliputi CCTV, alat pemecah kaca, alat pemadam api ringan (APAR), alarm kebakaran, kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pintu darurat, serta sistem pemadam kebakaran otomatis (fire suppression) yang diarahkan ke ruang mesin.
Sistem pemadam kebakaran otomatis tersebut dilengkapi alarm dan dapat diakses oleh pengemudi maupun kru melalui konsol yang tersedia. Sementara itu, pintu darurat berada di sisi kanan kendaraan. Setiap bus juga dilengkapi empat alat pemecah kaca untuk mendukung evakuasi penumpang dalam kondisi darurat. Pengoperasian pintu penumpang dikendalikan dari area pengemudi.
Dari sisi pengawasan, penempatan CCTV pada bus Koridor 2 memiliki perbedaan dibandingkan Koridor 1. Kamera dipasang di dalam dan luar kendaraan. Di dalam kabin, CCTV ditempatkan pada tiga titik, yakni dekat pintu belakang, bagian tengah, dan bagian belakang kabin. Kamera tambahan berada di area kemudi depan, sedangkan dua kamera lainnya dipasang di sisi kanan dan kiri bagian belakang kendaraan.
Bus tersebut juga dilengkapi Driver Monitoring System (DMS), yakni sistem pemantauan kondisi pengemudi yang terhubung dengan operator Trans Jatim. Teknologi ini membantu mengidentifikasi kondisi pengemudi yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan, termasuk ketika mengalami kantuk.
“Jadi pemantau apakah driver ini masih fit untuk jalan atau kalau sudah ngantuk. Kalau mengantuk ya dia akan ditegur,” jelas Budi.
Dari segi kapasitas, setiap unit bus dapat mengangkut maksimal 28 penumpang, terdiri atas 18 penumpang duduk dan 10 penumpang berdiri. Dari total kursi yang tersedia, dua di antaranya merupakan kursi prioritas bagi kelompok rentan, termasuk lanjut usia.
Bus juga menggunakan konsep low entry dan dilengkapi ramp door untuk memudahkan akses pengguna kursi roda. Fasilitas tersebut dirancang untuk membantu penyandang disabilitas saat naik dan turun dari kendaraan.
Kelengkapan teknis tersebut menjadi bagian dari persiapan layanan Trans Jatim Koridor 2. Selain kesiapan armada, penerapan prosedur keselamatan, kondisi kendaraan, serta kedisiplinan pengemudi tetap menjadi aspek penting dalam pelaksanaan operasional.
Sebanyak 15 unit bus Koridor 2 dengan nama layanan Kanjuruhan sebelumnya telah dinyatakan siap digunakan oleh pihak Karoseri Tentrem PT Sejahtera Tentrem. Layanan yang menghubungkan Kota Malang dengan Kepanjen, Kabupaten Malang, itu direncanakan diluncurkan dan mulai beroperasi pada Jumat (30/10/2026).
Pengoperasian koridor baru ini diharapkan dapat memperkuat layanan transportasi umum di wilayah Malang Raya. Kepastian pelaksanaan dan operasional layanan tetap mengacu pada informasi resmi dari pihak penyelenggara.
