SPMB Kota Malang Mulai Uji Coba 5 Juni, Disdikbud Siapkan Simulasi Online
SMARTLIVE – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai mendorong transformasi pembelajaran matematika berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Langkah itu ditunjukkan melalui Seminar dan Gelar Karya Media Pembelajaran yang digelar Program Studi Tadris Matematika, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Micro Teaching Gedung Laboratorium Microteaching itu mengangkat tema “Transforming Mathematics Education through Artificial Intelligence, Digital Media, and Hands-on Learning”. Seminar menghadirkan Kepala Subdirektorat Data dan Informasi Universitas Negeri Malang (UM) Dr. Tomi Listiawan serta guru matematika Thursina International Islamic Boarding School Malang, Achmad Firmansyah.
Kepala Prodi Tadris Matematika FITK UIN Malang, Ulfa Masamah, mengatakan perkembangan teknologi digital saat ini menuntut dunia pendidikan bergerak lebih cepat dan adaptif. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menciptakan inovasi pembelajaran sendiri.
“Hasil karya media pembelajaran yang dipamerkan hari ini merupakan bentuk kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam membangun ekosistem digital di lingkungan prodi,” ujar Ulfa.
Menurutnya, pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak bisa lagi dipandang sekadar alat bantu penelitian. Teknologi tersebut harus menjadi sarana untuk mendorong lahirnya proses belajar yang lebih kreatif, efektif, dan berdampak.

Sementara itu, Dekan FITK UIN Malang Prof. Dr. H. Muhammad Walid menegaskan tantangan pendidikan ke depan semakin kompetitif sehingga perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang unggul dan memiliki daya saing global.
Ia menyebut FITK tengah mendorong tiga fokus utama dalam pengembangan mahasiswa, yakni mencetak pendidik profesional, inovator teknologi pembelajaran, serta tenaga pendidik yang memiliki sensitivitas psikologis dalam proses mengajar.
“Mahasiswa FITK tidak boleh hanya menjadi user teknologi. Mereka harus menjadi creator, termasuk menciptakan media pembelajaran interaktif berbasis digital,” tegasnya.
Selain itu, FITK UIN Malang juga tengah memperkuat infrastruktur akademik melalui pembangunan laboratorium modern guna mendukung target internasionalisasi kampus dan peningkatan kualitas akreditasi.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Walid juga mengungkapkan program Magister Pendidikan Matematika atau S2 Pendidikan Matematika kini mulai diminati calon mahasiswa. Hingga saat ini tercatat sekitar 20 pendaftar telah masuk melalui jalur reguler maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Seminar dan gelar karya tersebut sekaligus menjadi ajang pamer inovasi media pembelajaran matematika berbasis digital hasil karya mahasiswa. Berbagai karya yang ditampilkan memadukan teknologi AI, media interaktif, dan pendekatan hands-on learning untuk menciptakan proses belajar yang lebih menarik dan mudah dipahami siswa.
Melalui kegiatan ini, FITK UIN Malang menegaskan komitmennya memperkuat transformasi pendidikan berbasis teknologi sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan dunia pendidikan di era digital. (Shin)
