Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
21/10/2026
CITILIVE

Sebagian Nisan Makam Sukun Tak Terbaca, Jejak Sejarah Malang Terancam Hilang

rifamahmudah
  • Oktober 20, 2026
  • 2 min read
Sebagian Nisan Makam Sukun Tak Terbaca, Jejak Sejarah Malang Terancam Hilang

CITILIVE,MALANG – Hilangnya sejumlah penanda makam dan tulisan pada nisan menjadi tantangan dalam menelusuri sejarah Makam Sukun, Kota Malang. Padahal, kompleks pemakaman kolonial tersebut menyimpan informasi tentang identitas tokoh dan kehidupan sosial masyarakat pada masa lalu.

Persoalan dokumentasi sejarah itu mengemuka dalam diskusi buku Jelajah Kuburan Londo Jilid 1 dan 2 karya Hariani, S.AP., di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM), Senin (19/10/2026).

Hariani, staf Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang sekaligus penulis buku, mengatakan penelusuran identitas orang-orang yang dimakamkan di Makam Sukun tidak cukup mengandalkan kondisi nisan yang masih tersisa. Informasi perlu dicocokkan dengan arsip tertulis dan penuturan lisan agar data yang disusun dapat dipertanggungjawabkan.

“Untuk menyajikan data yang memadai, penelusuran identitas tokoh memerlukan perbandingan berbagai sumber, baik arsip tertulis maupun penuturan lisan. Upaya ini juga membuka peluang penelitian lanjutan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi dan mahasiswa,” jelas Hariani.

Dosen sekaligus pemerhati sejarah, Dr. R. Reza Hudiyanto, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa Makam Sukun dapat digunakan untuk merekonstruksi kehidupan sosial masyarakat Malang pada era kolonial. Informasi itu tidak hanya berasal dari nama yang tercantum pada nisan, tetapi juga bentuk, ornamen, dan dokumen sejarah yang berkaitan dengan tokoh yang dimakamkan.

“Ornamen dan bentuk nisan, identitas para tokoh, serta dokumen sejarah yang meliputinya dapat dimanfaatkan untuk merekonstruksi kehidupan sosial masyarakat Malang pada era kolonial,” ujar Reza.

Karena itu, dokumentasi menjadi penting agar informasi sejarah yang masih tersisa tidak ikut hilang seiring perubahan kondisi kawasan. Penelitian lanjutan juga diperlukan untuk menghubungkan temuan di lokasi dengan sumber-sumber sejarah lainnya.

Persoalan tersebut dibahas melalui buku Jelajah Kuburan Londo Jilid 1 dan 2. Jilid pertama mengulas lokasi, arsitektur, simbol nisan, serta biografi tokoh yang dimakamkan di Makam Sukun. Sementara jilid kedua mengangkat keanekaragaman demografi dan keberlanjutan makam kolonial.

Baca Juga:  Hasil Quick Count Pemilu Serentak 2024

Kajian ini memperlihatkan bahwa Makam Sukun bukan hanya kawasan pemakaman, melainkan juga sumber sejarah perkotaan. Tantangannya adalah memastikan informasi yang masih tersedia terdokumentasi dengan baik sehingga dapat digunakan untuk penelitian dan pembelajaran generasi berikutnya. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *