RAPBD Kota Malang 2027 Capai Rp2,57 Triliun, Pembiayaan Daerah Rp197 Miliar
CITILIVE— Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 dengan nilai belanja sebesar Rp2,57 triliun. Sementara itu, pendapatan daerah ditargetkan Rp2,37 triliun sehingga terdapat selisih sekitar Rp197 miliar yang direncanakan ditutup melalui pembiayaan daerah.
Rancangan anggaran tersebut disampaikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Wali Kota terhadap RAPBD 2027, Selasa (27/10/2026).
Dari sisi pendapatan, Pemkot Malang menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,157 triliun. Adapun pendapatan transfer dipatok Rp1,218 triliun.
Wahyu menyebut pendapatan transfer masih memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan PAD terhadap total pendapatan daerah.
“Kontribusi pendapatan transfer 51,27 persen, sementara PAD 48,73 persen,” ujarnya.
Pada sisi belanja, anggaran operasional menjadi pos terbesar dengan alokasi Rp2,369 triliun atau 92,09 persen dari total belanja daerah. Sementara itu, belanja modal ditetapkan sebesar Rp142 miliar atau 5,52 persen.
Adapun belanja tidak terduga (BTT) diperkirakan mencapai Rp61 miliar. Menurut Wahyu, pos tersebut juga mencakup anggaran untuk Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Namun, pelaksanaan anggaran LSDP masih menunggu kebijakan pemerintah pusat.
“Anggaran di dalam BTT termasuk LSDP (Local Service Delivery Improvement Project), masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat,” tutur Wahyu.
Pembahasan RAPBD 2027 selanjutnya menjadi tahap penting untuk menentukan arah alokasi anggaran Pemkot Malang pada tahun depan.
