Penjualan Kambing Kurban di Kota Malang Turun 30 Persen, Pedagang Sebut Daya Beli Masyarakat Melemah
CITILIVE – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, sejumlah pedagang hewan kurban di Kota Malang mulai mengeluhkan turunnya minat masyarakat membeli kambing kurban. Penjualan tahun ini disebut lebih sepi dibandingkan periode Iduladha tahun lalu.
Salah satu pedagang hewan kurban di kawasan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Taufik, mengaku penjualan kambing mengalami penurunan hingga 30 persen. Kondisi tersebut dirasakan meski harga kambing relatif stabil dan sebagian mengalami penurunan.
“Tahun ini peminat kambing agak berkurang. Mungkin itu juga yang menjadi penyebab harga kambing ikut turun,” ujar Taufik saat ditemui di lapaknya di Jalan Sawojajar, Kota Malang, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat menjadi faktor utama lesunya penjualan hewan kurban tahun ini. Warga dinilai lebih berhati-hati mengeluarkan pengeluaran besar di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
“Kalau dibanding tahun lalu, pembelian turun sampai sekitar 30 persen,” katanya.
Untuk musim kurban tahun ini, Taufik menyediakan sekitar 70 ekor kambing dengan harga bervariasi mulai Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi hewan.
Meski tren pembelian menurun, para pedagang masih berharap permintaan hewan kurban akan meningkat mendekati Hari Raya Iduladha. Sebab biasanya masyarakat mulai membeli hewan kurban beberapa hari sebelum pelaksanaan penyembelihan.
Di sisi lain, perubahan pola pembelian hewan kurban juga mulai terlihat di Kota Malang. Sejumlah pedagang menyebut masyarakat kini cenderung memilih sapi kurban secara patungan dibanding membeli kambing secara individu. Kondisi tersebut membuat permintaan kambing tahun ini tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, pedagang memastikan stok hewan kurban di Kota Malang masih aman dan mayoritas kambing yang dijual dalam kondisi sehat serta layak untuk dijadikan hewan kurban.
