Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
12/08/2026
CITILIVE

Pelatihan Pembelajaran Transformatif UM Dorong Dosen Ubah Cara Belajar Mahasiswa

Shinta lubis
  • Agustus 12, 2026
  • 3 min read
Pelatihan Pembelajaran Transformatif UM Dorong Dosen Ubah Cara Belajar Mahasiswa

SMARTLIVE – Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat kapasitas dosen dalam menerapkan pembelajaran transformatif melalui pelatihan yang digelar bersama Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT), Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Pelatihan yang berlangsung di Atria Hotel, Jumat-Minggu (7-9/8/2026), diikuti 50 dosen dari perguruan tinggi di Malang Raya. Mereka terdiri atas 25 dosen UM yang mewakili setiap fakultas dan 25 dosen dari sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk mengubah pola pembelajaran di perguruan tinggi. Dosen tidak hanya dituntut menyampaikan materi, tetapi juga memfasilitasi mahasiswa agar mampu merefleksikan pengetahuan, memahami persoalan dari berbagai perspektif, serta menghubungkannya dengan persoalan nyata di masyarakat.

Pendekatan pembelajaran transformatif dalam pelatihan tersebut menggunakan empat tahapan utama, yakni trigger, reflection, action, dan integration.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran LPPP UM, Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd., Ph.D., mengatakan pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan cara pandang mahasiswa terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal para dosen di Malang Raya untuk kembali memperkuat pembelajaran di kelas yang bermuara pada perubahan cara pandang mahasiswa terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat,” ujar Nuril.

50 Dosen Ikuti Pelatihan 92 Jam

Pelatihan dilaksanakan dengan total 92 jam pelajaran (JP) yang terbagi dalam tiga tahapan.

Tahap pertama berupa pembelajaran mandiri secara daring selama 25 JP untuk memperkuat pemahaman konseptual. Selanjutnya, peserta mengikuti pembelajaran tatap muka selama 55 JP yang diisi pendalaman materi, simulasi peer-teaching, hingga penyusunan draf Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

Tahap terakhir berupa praktik baik dan refleksi selama 12 JP yang dilakukan secara daring.

Baca Juga:  Wamenpar Ni Luh Tinjau Jatim Park 3, Optimistis Wisata Kota Batu Ramai Saat Lebaran 2026

Materi yang diberikan meliputi kebijakan dan arah strategis pembelajaran transformatif, konsep dasar, desain pembelajaran, fasilitasi, asesmen, hingga praktik baik dan refleksi.

Peserta juga diwajibkan menghasilkan sejumlah luaran, di antaranya portofolio asesmen yang mengintegrasikan RPS dan instrumen asesmen, laporan praktik baik beserta dokumentasi artefak tugas mahasiswa, serta Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Selaras dengan Life Based Learning UM

Nuril mengatakan pembelajaran transformatif memiliki keterkaitan dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Kehidupan (Life Based Learning) yang dikembangkan UM.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong menggunakan persoalan nyata di masyarakat sebagai konteks untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.

“Pembelajaran transformatif ini juga selaras dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Kehidupan (Life Based Learning) yang merupakan ciri khas pembelajaran di UM, di mana mahasiswa menggunakan konteks permasalahan nyata di masyarakat untuk mengaplikasikan pengetahuannya,” katanya.

Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan jejaring pembelajaran transformatif di perguruan tinggi. Selain UM, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) dipercaya Kemdiktisaintek untuk menyelenggarakan pelatihan serupa.

“UM bersama UPI dan UNM menjadi tiga perguruan tinggi yang dipercaya kementerian untuk menyelenggarakan pelatihan ini. Hal ini semakin menegaskan kembali bahwa UM memiliki reputasi yang baik di tingkat nasional terkait bidang pendidikan dan pembelajaran,” tutur Nuril.

Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., membuka kegiatan tersebut. Pelatihan turut dihadiri Ketua LPPP UM Prof. Dr. Hardika, M.Pd., Sekretaris LPPP UM Prof. Dr. Lia Yuliati, M.Pd., serta tim Kemdiktisaintek yang dipimpin Direktur SSPT Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D.

Melalui pelatihan ini, UM menargetkan penerapan pembelajaran transformatif tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Peserta diarahkan membagikan praktik baik melalui komunitas serta menerapkannya di perguruan tinggi masing-masing.

Baca Juga:  Doa Bersama dan Khotmil Qur'an Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1264

Dengan demikian, perubahan tidak hanya terjadi pada metode mengajar dosen, tetapi juga pada proses mahasiswa dalam berpikir, merefleksikan persoalan, mengambil tindakan, dan mengintegrasikan pengetahuan dengan kehidupan nyata.