OJK Malang Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Keuangan di Puncak BIK 2026
CITILIVE— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih produk dan layanan keuangan serta mewaspadai berbagai modus penipuan. Edukasi tersebut disampaikan dalam puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 bertajuk Financial Festival: Mlaku Bareng, Guyub Bareng, Cerdas Financial di Lapangan Rampal, Sabtu (31/10/2026).
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan agar masyarakat mampu mengelola keuangan secara bijak dan memahami risiko dari produk yang digunakan.
Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mengenal berbagai produk keuangan, tetapi juga harus mampu memastikan legalitas dan kewajaran penawaran sebelum mengambil keputusan.

“Harapannya, masyarakat lebih cerdas mengelola keuangan, memahami produk-produk keuangan, dan mengetahui produk yang legal. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah menjadi korban penipuan,” demikian pesan Farid.
OJK Tekankan Prinsip Legal dan Logis
Farid mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum menggunakan produk maupun layanan keuangan.
Aspek legal berkaitan dengan kepastian izin perusahaan atau produk dari otoritas yang berwenang. Sementara aspek logis menuntut masyarakat bersikap kritis terhadap penawaran keuntungan yang tidak masuk akal, terutama imbal hasil tinggi dalam waktu singkat dengan klaim tanpa risiko.

Masyarakat dapat melakukan pengecekan dan mencari informasi melalui kanal resmi OJK, termasuk layanan WhatsApp 081-157-157-157, sebelum menyerahkan dana maupun data pribadi.
Edukasi Keuangan Dikemas dalam Festival
Puncak BIK 2026 di Lapangan Rampal dikemas melalui kegiatan yang memadukan edukasi, olahraga, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sejumlah kegiatan yang digelar meliputi jalan santai, lomba menggambar untuk anak-anak, pertunjukan tari K-pop oleh pelajar SMA, serta penampilan hiburan dari perwakilan lembaga jasa keuangan.
Kegiatan ini juga menghadirkan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta stan lembaga jasa keuangan. Pengunjung dapat mengenal produk dan layanan keuangan melalui kegiatan interaktif yang menggabungkan edukasi dengan hiburan.
Melalui festival tersebut, OJK Malang berupaya memperluas pemahaman keuangan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda. Peningkatan inklusi keuangan diharapkan berjalan seiring dengan literasi yang memadai agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
