Wali Kota Batu Dorong Florikultura Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata
CITILIVE— Wali Kota Batu Nurochman mendorong pengembangan florikultura sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus daya tarik pariwisata daerah. Potensi bunga dinilai tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui seni, budaya, dan kreativitas.
Hal tersebut disampaikan Nurochman dalam gelaran Batu Art Flower Carnival (BAFC) 2026 di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, keterlibatan petani, perangkai bunga, pelaku usaha, seniman, dan budayawan dalam parade tersebut menunjukkan potensi kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan kekayaan daerah.
“Bunga sebagai potensi florikultura dan penggerak ekonomi masyarakat melalui momentum ini menjadi sajian khas dan daya tarik bagi pengunjung. Kami mengedepankan kolaborasi masyarakat, dunia usaha, seniman, dan budayawan dalam merangkai harmoni sinergi semesta,” tutur Nurochman.
Ia juga mengapresiasi para pelaku yang mengolah potensi bunga dan kekayaan lokal menjadi sajian bernilai seni. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat memperkuat identitas Kota Batu sekaligus menjaga tradisi gotong royong.
Melalui BAFC 2026, Pemkot Batu berupaya mempertemukan potensi florikultura dengan sektor pariwisata. Pengembangan bunga sebagai daya tarik daerah diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat serta memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi wisata.
