Batu Art Flower Carnival 2026 Hadirkan 38 Kontingen, Usung Konsep Nonkompetisi
CITILIVE— Batu Art Flower Carnival (BAFC) 2026 menghadirkan 38 kontingen dalam parade kendaraan hias bunga yang berlangsung di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu, Sabtu (31/10/2026). Berbeda dari tahun sebelumnya, gelaran kali ini mengusung konsep nonkompetisi untuk memperkuat kolaborasi seni, budaya, dan pariwisata.
Parade dimulai dari depan Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu dan berakhir di Perempatan Galeri Raos. Peserta melibatkan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, mitra perbankan, tiga kecamatan beserta desa dan kelurahan, hingga pelaku industri pariwisata.
Sejumlah pelaku wisata yang berpartisipasi di antaranya Baloga, Mikotopia, Perum Among Tirto, PT Selecta, Santera de Laponte, serta Kaliwatu Group bersama Proflorist Batu.
Setiap kontingen melibatkan 20 hingga 50 penampil dan kru lapangan. Panitia juga membatasi jumlah kendaraan hias utama maksimal dua unit per kontingen untuk menjaga kelancaran parade.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan BAFC 2026 mengusung tema “Harmoni Sinergi Semesta”. Tema tersebut menempatkan bunga tidak hanya sebagai elemen dekorasi, tetapi juga sebagai simbol identitas dan potensi Kota Batu.
“Melalui BAFC 2026 ini, bunga kita maknai sebagai simbol kehidupan yang menyatukan manusia dengan alam. Kita tampilkan kekayaan identitas Kota Batu melalui ruang kolaborasi yang memperkuat sinergi seluruh elemen daerah,” kata Onny.
Menurutnya, konsep nonkompetisi dipilih untuk memberi ruang bagi setiap kontingen dalam mengekspresikan kreativitas dan memperkuat kolaborasi. Parade tahun ini memadukan keindahan flora, seni gerak, musik, dan teknologi dengan tetap mengangkat budaya lokal.
Bunga Jadi Potensi Pariwisata dan Ekonomi
Wali Kota Batu, Nurochman, mengapresiasi keterlibatan perangkai bunga, petani, serta pelaku seni dan budaya dalam penyelenggaraan BAFC 2026.
Ia menilai bunga memiliki potensi untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus daya tarik pariwisata Kota Batu. Kolaborasi lintas sektor dalam parade ini juga menjadi upaya memperkuat identitas daerah melalui cerita lokal dan tradisi gotong royong.

“Bunga sebagai potensi florikultura dan penggerak ekonomi masyarakat melalui momentum ini menjadi sajian khas dan daya tarik bagi pengunjung. Kami mengedepankan kolaborasi masyarakat, dunia usaha, seniman, dan budayawan dalam merangkai harmoni sinergi semesta,” tutur Nurochman.
Penyelenggaraan BAFC 2026 diharapkan dapat memperkuat daya tarik pariwisata Kota Batu melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.
