MIN 2 Kota Malang Studi Tiru ke Pasuruan, Siapkan Penguatan Pembelajaran Digital dan Pengawasan AI
SMARTLIVE – MIN 2 Kota Malang melakukan studi tiru ke MI Darul Ulum Karang Pandan, Pasuruan, Senin (27/4/2026), sebagai langkah memperkuat sistem pembelajaran digital di lingkungan madrasah.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari pengelolaan kelas digital, termasuk pengawasan penggunaan perangkat belajar serta tantangan baru terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh siswa.
MI Darul Ulum Karang Pandan dipilih sebagai lokasi studi tiru karena telah menerapkan pembelajaran digital dan meraih predikat Google Reference School.
Rombongan MIN 2 Kota Malang dipimpin Kepala Madrasah Nanang Sukmawan, didampingi koordinator bidang, pengurus komite, serta tim IT. Kegiatan itu juga dihadiri jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Malang, di antaranya Kepala Kantor Kemenag Achmad Shampton Masduqie, Kasi Pendidikan Madrasah Abdul Mughni, serta empat pengawas madrasah.
Kedatangan rombongan disambut Kepala MI Darul Ulum Karang Pandan Liza Timmy Zulva, bersama pengawas madrasah dan pengurus yayasan.
Dalam sambutannya, Achmad Shampton menegaskan madrasah negeri di Kota Malang telah diarahkan menjadi madrasah digital sehingga harus terus mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi.
“Madrasah negeri di Kota Malang sudah dikonsep menjadi madrasah digital. Karena itu wajib terus mengembangkan sistem pembelajaran, baik perangkat lunak, media, maupun sarana pendukung agar siswa semakin semangat belajar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MIN 2 Kota Malang Nanang Sukmawan menyatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran digital di sekolahnya.
“Kami ingin mengamati sistem pembelajaran digital di sini dan menindaklanjutinya untuk diterapkan di madrasah kami,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga menyaksikan demonstrasi siswa menggunakan perangkat digital. Sejumlah siswa menampilkan karya berupa pembuatan aplikasi gim, cerita bergambar, hingga animasi.
Selain observasi lapangan, agenda dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan konsultasi teknis mengenai penerapan pembelajaran digital di madrasah.
MIN 2 Kota Malang menargetkan hasil studi tiru ini dapat memperkuat transformasi digital di sekolah, sekaligus meningkatkan pengawasan penggunaan teknologi agar tetap mendukung kejujuran dan kualitas belajar siswa. (Shin)
