Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
30/08/2026
CITILIVE

Luaran PKM Dosen Polinema, Alat Pembelah Durian Karya Mahasiswa Mampu Proses 4 Buah per Menit

Shinta lubis
  • Agustus 30, 2026
  • 4 min read
Luaran PKM Dosen Polinema, Alat Pembelah Durian Karya Mahasiswa Mampu Proses 4 Buah per Menit

SMARTLIVE — Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang (Polinema) menghadirkan teknologi tepat guna berupa alat pembelah durian untuk mendukung produktivitas UMKM Gus Durian di Jalan Sulfat, Kota Malang.

Alat tersebut mampu membelah hingga empat buah durian per menit atau rata-rata satu buah dalam waktu sekitar 15 detik. Teknologi itu menjadi bagian dari luaran kegiatan PKM yang dipimpin dosen Teknik Mesin Polinema, Dr. Drs. Ir. Moh. Hartono, M.T.

Alat pembelah durian tersebut merupakan karya mahasiswa Program Studi D3 Teknik Mesin Polinema, Dani Tri Arianto, yang dikembangkan dalam tugas akhirnya atas arahan dan bimbingan dosen.

Teknologi tepat guna itu kemudian dimanfaatkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di UMKM Gus Durian untuk membantu mempercepat pelayanan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan kerja saat membuka durian secara manual.

Ketua tim PKM, Dr. Drs. Ir. Moh. Hartono, M.T., mengatakan penerapan teknologi tersebut menjadi salah satu upaya membawa hasil pembelajaran dan inovasi mahasiswa agar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Alat ini merupakan karya mahasiswa kami, mahasiswa tugas akhir D3 Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang. Tujuannya untuk memudahkan UMKM memberikan pelayanan kepada pelanggan, khususnya dalam hal membuka buah durian,” ujarnya.

Selama ini, proses pembukaan durian di kalangan pedagang masih banyak dilakukan secara manual menggunakan pisau. Selain membutuhkan tenaga lebih besar, cara tersebut juga memiliki risiko kecelakaan akibat karakteristik kulit durian yang keras dan berduri.

Melalui kegiatan PKM, teknologi hasil pengembangan mahasiswa tersebut diterapkan sebagai solusi untuk membantu UMKM meningkatkan efisiensi pelayanan.

Berdasarkan hasil pengujian, alat mampu membelah rata-rata empat buah durian dalam satu menit. Proses pembelahan membutuhkan waktu sekitar 15 detik per buah, termasuk penempatan dan penyetelan durian.

Baca Juga:  Pembangunan Infrastruktur Transportasi, Menhub Terus Genjot Pendanaan

Secara teknis, alat tersebut menggunakan modifikasi pada bagian base plate untuk menjaga posisi buah tetap stabil saat proses pembelahan. Mekanisme tuas digunakan untuk memperbesar gaya tekan, sehingga durian dapat dibuka dengan lebih mudah.

Hartono mengatakan penggunaan alat tersebut diharapkan memberi kemudahan bagi pelaku UMKM dalam melayani konsumen.

“Dengan alat ini, pelanggan atau konsumen UMKM buah durian dapat membuka buah durian dengan lebih mudah,” katanya.

Karya Tugas Akhir Diterapkan dalam PKM

Dani Tri Arianto mengatakan inovasi tersebut berawal dari pengamatannya terhadap pedagang durian yang masih menggunakan pisau untuk membuka buah.

“Idenya dari melihat orang yang jual durian. Mereka masih mengalami kesulitan dan ada risiko kecelakaan kerja,” ujar Dani.

Alat tersebut dikerjakan selama sekitar dua minggu dengan biaya produksi sekitar Rp800 ribu.

Karya tugas akhir itu kemudian menjadi bagian dari penerapan teknologi tepat guna dalam program PKM dosen Teknik Mesin Polinema di UMKM Gus Durian.

Koordinator Program Studi D3 Teknik Mesin Polinema, Lisa Agustriana, menilai penerapan inovasi mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa hasil pembelajaran di kampus dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha.

“Mahasiswa bisa mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat dan memberikan kontribusi kepada masyarakat secara nyata. Ini sangat bermanfaat, terutama untuk peningkatan produktivitas, khususnya bagi UMKM,” ujarnya.

Menurut Lisa, inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai karya tugas akhir, tetapi terus dikembangkan menjadi produk teknologi tepat guna yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.

Dikembangkan Menuju Sistem Otomatis

Hartono mengatakan pengembangan alat pembelah durian selanjutnya diarahkan menuju sistem otomatis dengan tetap melibatkan mahasiswa Teknik Mesin Polinema.

“Tahun depan rencananya saya akan membuat yang otomatis. Nantinya buah durian tinggal diletakkan, kemudian alat yang bekerja secara otomatis membuka durian. Kita tidak perlu menggunakan tenaga lagi,” katanya.

Baca Juga:  29 Dapur MBG di Kota Malang Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Dinkes: Masih Banyak yang Belum Layak

Ketua Program Studi D4 Teknik Mesin Produksi dan Perawatan Polinema, Kris Witono, menambahkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi model pengembangan inovasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.

“Ini merupakan karya tugas mahasiswa bersama dosen untuk membantu industri kecil atau UMKM agar pelayanannya bisa lebih cepat sehingga pelanggan tidak terlalu lama menunggu,” ujarnya.

Melalui program PKM tersebut, dosen dan mahasiswa Teknik Mesin Polinema mendorong hasil riset dan tugas akhir tidak berhenti di lingkungan kampus. Teknologi tepat guna yang dikembangkan diarahkan untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM, sekaligus meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja.

Catatan pimred: Dengan tambahan ini, saya sarankan judul tidak lagi menjadikan “mahasiswa” sebagai subjek utama, karena secara kelembagaan kegiatan utamanya adalah PKM dosen, sedangkan alat merupakan karya mahasiswa yang kemudian dimanfaatkan sebagai luaran dan teknologi tepat guna dalam program tersebut.