Hadiri Gebyar Arjowinangun, Wali Kota Malang Tegaskan Larangan Sound Horeg
CITILIVE — Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan larangan penggunaan sound horeg dalam kegiatan masyarakat di Kota Malang. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Gebyar Arjowinangun ke-3 di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Sabtu (29/8/2026) malam.
Wahyu menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pawai budaya yang berlangsung tanpa penggunaan perangkat suara berlebihan.
“Yang jelas tidak ada sound horeg. Alhamdulillah, karena kami melarang sound horeg yang ada di Kota Malang,” tegas Wahyu.

Gebyar Arjowinangun ke-3 merupakan agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Pawai Budaya Nusantara: Lestari Budayanya, Bersatu Warganya, Jaya Negerinya.”
Sebanyak 19 peserta dari unsur taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), lembaga kemasyarakatan, dan rukun warga (RW) di Kelurahan Arjowinangun mengikuti pawai tersebut.
Kegiatan itu juga menjadi bagian dari seleksi lomba pawai tingkat Kota Malang, dengan Arjowinangun mewakili Kecamatan Kedungkandang.
Menurut Wahyu, pawai budaya seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan seni, tradisi, dan kearifan lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia menilai perkembangan teknologi membuat generasi muda semakin mudah mengakses berbagai budaya dari luar negeri. Karena itu, kegiatan kebudayaan di lingkungan masyarakat perlu terus digelar untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya Nusantara.
“Kalau bukan kita, siapa lagi?” ujarnya.
Rangkaian pawai dimulai dari wilayah RW 4 dengan rute sekitar 1,2 kilometer. Peserta menampilkan beragam seni dan budaya Nusantara serta kearifan lokal Kota Malang sepanjang perjalanan.
Sejumlah dewan juri dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Malang turut melakukan penilaian terhadap peserta pawai. Pemenang lomba akan memperoleh hadiah berupa uang pembinaan, piala, dan piagam.
Wahyu berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang hiburan sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Jangan ada hal-hal yang tidak kita inginkan. Kadangkala nonton begini ada sedikit gesekan terus jadi bertengkar,” pesannya.
Gebyar Arjowinangun juga masuk dalam rangkaian program Malang 1000 Event dan mendukung Dasa Bhakti “Ngalam Asyik, Ngalam Laris.”
