Liburan Petik Mangga, Ini Destinasi Seru di Pasuruan
CITILIVE— Ingin mencoba pengalaman liburan yang berbeda dari sekadar jalan-jalan ke tempat wisata? Wisata petik mangga bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi waktu bersama keluarga. Di Jawa Timur, salah satu daerah yang menawarkan pengalaman tersebut adalah Kabupaten Pasuruan, yang dikenal dengan sentra mangga alpukat atau mangga Gadung Klonal 21.
Salah satu kawasan yang bisa dikunjungi adalah Kampung Mangga Alpukat di Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang. Di sini, pengunjung dapat menikmati suasana kebun, melihat langsung pohon mangga yang berbuah, hingga memilih dan memetik buah dari kebunnya.
Pengalaman ini menawarkan sensasi berbeda dibandingkan membeli mangga di pasar atau toko buah. Pengunjung bisa melihat proses panen dari dekat sekaligus menikmati hasil pertanian langsung dari petani.

Mengenal Mangga Alpukat Khas Pasuruan
Daya tarik utama wisata ini adalah mangga Gadung Klonal 21 yang populer dengan sebutan mangga alpukat.
Nama tersebut muncul karena cara menikmati buahnya cukup unik. Mangga dibelah di bagian tengah, kemudian kedua sisinya diputar hingga terpisah dari biji. Daging buahnya yang tebal dan lembut bisa disantap menggunakan sendok, mirip seperti menikmati alpukat.
Cita rasanya dikenal manis dengan tekstur daging yang lembut. Varietas ini juga menjadi salah satu komoditas unggulan petani di kawasan Rembang, Pasuruan.
Menurut informasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Desa Oro-Oro Ombo Kulon telah mengembangkan wisata petik mangga sebagai bagian dari potensi desa. Pengunjung dapat memilih buah langsung dari kebun dan membelinya dari petani.
Wisata Petik Mangga Sekaligus Berburu Kuliner
Pelesiran ke Kampung Mangga tidak harus berhenti setelah memetik buah. Kawasan ini juga menawarkan pengalaman wisata kuliner berbasis hasil pertanian lokal.
Pengunjung dapat menemukan olahan mangga dan alpukat, jus buah segar, serta makanan sederhana yang tersedia di warung wisata. Suasana kebun dan pedesaan menjadi pelengkap untuk menikmati waktu santai bersama keluarga.
Salah satu tempat yang bisa menjadi persinggahan adalah Warung Kampung Mangga Alpukat di kawasan Oro-Oro Ombo Kulon. Tempat ini memadukan pengalaman bersantap dengan suasana wisata kebun, sehingga cocok untuk beristirahat setelah berkeliling.
Selain itu, Desa Wisata Kampung Banyumili di Kecamatan Bangil juga menawarkan atraksi edukasi petik mangga putar Klonal 21. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan wisata desa dengan memanfaatkan potensi buah lokal.
Kapan Waktu Terbaik Berkunjung?
Wisata petik mangga sangat bergantung pada musim panen. Karena itu, pengunjung sebaiknya tidak datang tanpa memastikan ketersediaan buah terlebih dahulu.
Puncak panen di sejumlah sentra mangga Pasuruan dapat berbeda. Informasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan pada 2021 menyebut panen di Oro-Oro Ombo Kulon mencapai puncaknya sekitar Agustus hingga September. Sementara itu, laporan panen raya di Desa Wonokerto pada November 2024 menunjukkan bahwa waktu panen juga dapat berbeda menurut lokasi dan kondisi kebun.
Sebelum berangkat, sebaiknya hubungi pengelola atau petani untuk memastikan kebun sedang menerima kunjungan, buah tersedia untuk dipetik, serta mengetahui harga dan ketentuan pembelian.
Tips Menikmati Wisata Petik Mangga
Agar pengalaman berwisata lebih menyenangkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan musim panen: Tanyakan terlebih dahulu apakah mangga sudah siap dipetik.
- Konfirmasi biaya: Cari tahu apakah pengunjung dikenakan tiket masuk, biaya petik, atau pembayaran berdasarkan berat buah.
- Ikuti arahan petani: Jangan memetik atau menarik buah sembarangan agar tidak merusak ranting dan tanaman.
- Gunakan pakaian nyaman: Aktivitas berlangsung di area kebun sehingga alas kaki yang nyaman akan membantu perjalanan.
- Nikmati kuliner lokal: Sempatkan mencicipi jus mangga atau olahan buah lainnya yang dijual warga sekitar.
Wisata petik mangga di Pasuruan bisa menjadi alternatif pelesiran yang menggabungkan rekreasi, edukasi pertanian, dan wisata kuliner. Selain mendapatkan pengalaman menikmati buah langsung dari pohon, pengunjung juga ikut mendukung petani dan usaha masyarakat desa.
