Grand Final Putri Hijab Jatim 2026 Digelar di MCC, Wali Kota Malang Dorong Muslimah Kreatif dan Inspiratif
CITILIVE – Grand final Audisi Putri Hijab Jawa Timur 2026 berlangsung meriah di Auditorium Malang Creative Center (MCC), Kota Malang. Ajang yang mempertemukan muslimah muda berbakat dari berbagai daerah di Jawa Timur itu menjadi panggung bagi generasi perempuan muda untuk menunjukkan karakter, intelektualitas, hingga kemampuan public speaking.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama sejumlah pejabat daerah, pelaku industri kreatif, desainer lokal, dan para finalis yang berhasil lolos hingga babak puncak.
Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa ajang Putri Hijab Jawa Timur bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan ruang pembentukan karakter perempuan muda yang mampu menjadi inspirasi di tengah masyarakat.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi kecantikan. Yang lebih penting adalah bagaimana para peserta mampu menunjukkan karakter, wawasan, kemampuan komunikasi, dan menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya perempuan muslim di Jawa Timur,” ujar Wahyu.
Menurutnya, para finalis Putri Hijab memiliki peran strategis sebagai duta generasi muda yang dapat membawa pesan positif sekaligus memperkenalkan budaya dan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Wahyu juga menilai penyelenggaraan grand final di Malang Creative Center sangat relevan dengan semangat pengembangan ekonomi kreatif Kota Malang. Sebab, MCC saat ini menjadi pusat pengembangan berbagai subsektor ekonomi kreatif, termasuk industri fesyen muslim yang terus berkembang.

“Melalui kegiatan seperti ini, karya-karya desainer lokal Kota Malang juga mendapat ruang untuk tampil. Ini menjadi kesempatan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan potensi Kota Malang kepada peserta dan tamu dari berbagai daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyebut event Putri Hijab Jawa Timur 2026 turut memberikan dampak positif terhadap promosi wisata dan ekonomi kreatif Kota Malang.
Menurutnya, kehadiran peserta dan pendukung dari berbagai daerah menjadi momentum untuk mengenalkan destinasi wisata, kuliner, hingga produk kreatif khas Kota Malang.
“Melalui kegiatan seperti ini, para peserta tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga mengenal berbagai potensi yang dimiliki Kota Malang. Ini menjadi promosi yang efektif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Grand final berlangsung penuh antusiasme dengan berbagai penampilan finalis yang menonjolkan kemampuan public speaking, wawasan keislaman, bakat, hingga kepribadian sebagai aspek utama penilaian dewan juri.
Ajang tersebut diharapkan mampu melahirkan sosok Putri Hijab Jawa Timur 2026 yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga berakhlak, cerdas, kreatif, dan aktif berkontribusi di tengah masyarakat.
Selain menjadi representasi muslimah modern, pemenang Putri Hijab Jawa Timur 2026 juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya.
