FITK UIN Malang Bidik Program Double Degree, Belajar Tata Kelola Internasional dari UNY
SMARTLIVE – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mulai mematangkan langkah menuju kampus bertaraf internasional. Salah satu upayanya dilakukan dengan mempelajari tata kelola program SEA Teacher hingga skema Double Degree di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Benchmarking yang berlangsung di International Office UNY, Selasa (21/7/2026), menjadi bagian dari persiapan FTIK. memperluas peluang mahasiswa mengikuti program pertukaran internasional sekaligus membuka kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi luar negeri.
Delegasi FITK dipimpin Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Yunus, M.Si., didampingi unsur International Office and Students Affairs (IOSA), Kantor Urusan Internasional (KUI), ketua program studi, hingga tenaga kependidikan.
Dalam pertemuan tersebut, FITK tidak sekadar mempelajari mekanisme pertukaran mahasiswa, tetapi juga membedah bagaimana UNY membangun jejaring internasional, mengelola mahasiswa asing, menyusun pendanaan program, hingga menjaga keberlanjutan kerja sama dengan kampus mitra di luar negeri.

Yunus mengatakan pengalaman UNY menjadi referensi penting bagi FITK yang tengah menyusun peta jalan internasionalisasi fakultas.
“Kami ingin memastikan internasionalisasi tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi benar-benar menghasilkan program yang dapat diikuti mahasiswa dan dosen secara nyata,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu target yang ingin diperkuat adalah implementasi SEA Teacher, program pertukaran mahasiswa calon guru di kawasan Asia Tenggara, serta pengembangan Double Degree dan Joint Degree yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengakuan akademik dari dua perguruan tinggi sekaligus.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing lulusan, terutama menghadapi tuntutan dunia pendidikan yang semakin terbuka dan kompetitif di tingkat global.
Selain membuka peluang mobilitas mahasiswa, FITK juga menargetkan peningkatan kolaborasi riset, pertukaran dosen, hingga pengembangan kurikulum bersama perguruan tinggi mitra di luar negeri.
Hasil benchmarking ini selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan roadmap internasionalisasi FITK, termasuk menentukan prioritas kerja sama internasional yang dinilai paling relevan dengan kebutuhan pengembangan fakultas.
Dengan penguatan strategi tersebut, FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan belajar di luar negeri sekaligus memperluas jejaring akademik internasional yang berdampak langsung terhadap kualitas lulusan.
