Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
20/08/2026
CITILIVE

Pemkot Malang Beri Dukungan Non-Anggaran untuk Festival Mbois 11, Targetkan Perputaran Ekonomi Rp10 Miliar

Shinta lubis
  • Agustus 20, 2026
  • 4 min read
Pemkot Malang Beri Dukungan Non-Anggaran untuk Festival Mbois 11, Targetkan Perputaran Ekonomi Rp10 Miliar

CITILIVE — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberikan dukungan lintas sektor bagi penyelenggaraan Festival Mbois 11 – Malang Menyala tanpa mengandalkan bantuan anggaran langsung. Dukungan berupa pemanfaatan aset daerah, kemudahan perizinan, promosi, pengamanan hingga fasilitasi UMKM tersebut diproyeksikan menjadi pengungkit perputaran ekonomi masyarakat lebih dari Rp10 miliar.

Festival yang digerakkan bersama ekosistem Malang Creative Fusion (MCF) itu menjadi contoh dukungan pemerintah terhadap ekonomi kreatif di tengah kebijakan efisiensi keuangan daerah.

Koordinator MCF, Dadik Wahyu Chang, mengatakan keterbatasan ruang fiskal tidak seharusnya membuat pemerintah berhenti mendukung aktivitas masyarakat dan komunitas kreatif.

“Dalam kondisi efisiensi keuangan, dukungan pemerintah tidak harus selalu berbentuk anggaran langsung. Pemerintah bisa hadir melalui kebijakan, fasilitas, kemudahan akses, promosi, perizinan, hingga kolaborasi lintas perangkat daerah,” ujar Dadik.

Menurutnya, berbagai fasilitas dan kebijakan tersebut memiliki nilai ekonomi yang besar meskipun tidak tercatat sebagai bantuan uang tunai atau hibah dari APBD.

Stadion hingga Videotron Jadi Stimulus

Salah satu dukungan utama datang melalui pemanfaatan Stadion Gajayana sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan. Dukungan tersebut diberikan melalui fasilitasi perangkat daerah terkait, sehingga mampu mengurangi beban penyelenggaraan sekaligus menyediakan ruang publik untuk festival berskala besar.

Selain itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang memberikan fasilitasi dalam proses perizinan kegiatan.

Pemkot Malang juga mendukung promosi Festival Mbois 11 melalui jaringan videotron pemerintah yang tersebar di tujuh titik, termasuk di kawasan Balai Kota Malang, SMPN 5 Malang, serta lima kecamatan.

Dukungan komunikasi publik turut diberikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang untuk memperluas penyebaran informasi kepada masyarakat.

Di sisi lain, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menyiapkan dukungan terhadap keterlibatan UMKM binaan dalam ekosistem festival.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik Tembus 9300 Lebih Penumpang, Stasiun Malang Jadi Titik Terpadat

“Festival ini tidak hanya menjadi ruang kreativitas dan hiburan, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan usaha dan perluasan pasar bagi UMKM lokal,” kata Dadik.

Kepolisian dan Perangkat Daerah Siapkan Dukungan Teknis

Dukungan terhadap pelaksanaan Festival Mbois 11 juga datang dari Polresta Malang Kota. Kapolresta Malang Kota Danang Setiyo bersama jajaran memberikan arahan terkait percepatan proses perizinan serta kesiapan pengamanan kegiatan.

Arahan tersebut meliputi pola pengamanan, pengendalian massa, pengaturan akses keluar-masuk kawasan, serta aspek keselamatan pengunjung.

“Dukungan Bapak Kapolresta Malang Kota beserta jajaran sangat berarti. Tidak hanya dalam membantu percepatan proses perizinan, tetapi juga memberikan arahan sejak awal mengenai pola pengamanan kegiatan,” ujar Dadik.

Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akan mendukung pengaturan akses kendaraan, rekayasa lalu lintas, dan penataan parkir di sekitar lokasi kegiatan.

Dari sisi lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang turut mendukung pengelolaan kebersihan kawasan sejak sebelum hingga setelah kegiatan. Aspek ketersediaan tempat sampah juga menjadi perhatian untuk menjaga kebersihan sekaligus mendorong edukasi kepada pengunjung.

Adapun Satpol PP dan unsur Pemadam Kebakaran (Damkar) dilibatkan dalam mendukung ketertiban serta mitigasi risiko dan keselamatan selama festival berlangsung.

Dukungan Kebijakan Jadi Pengungkit Ekonomi

Dadik menegaskan, nilai dukungan pemerintah tidak dapat diukur hanya berdasarkan jumlah anggaran yang dikeluarkan.

Jika dikonversikan dalam nilai ekonomi, dukungan berupa penggunaan aset, kemudahan perizinan, promosi videotron, komunikasi publik, fasilitasi UMKM, pengelolaan lingkungan, pengaturan lalu lintas, hingga dukungan pengamanan memiliki nilai yang besar bagi penyelenggara dan ekosistem kreatif.

“Jangan hanya melihat dukungan pemerintah dari berapa rupiah APBD yang diberikan kepada sebuah kegiatan. Aset, perizinan, promosi, pelayanan, keamanan, dan berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah juga mempunyai nilai ekonomi,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemkot Batu Apresiasi Kemudahan Pengurusan HAKI oleh Kemenkumham Jatim

Berbagai stimulus tersebut diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat hingga lebih dari Rp10 miliar.

Dampaknya diperkirakan menyebar ke sejumlah sektor, mulai dari transportasi, hotel dan penginapan, makanan dan minuman, oleh-oleh, UMKM, hingga berbagai jasa pendukung penyelenggaraan kegiatan.

“Yang harus kita lihat bukan sekadar berapa uang yang dikeluarkan pemerintah, tetapi seberapa besar nilai sebuah kebijakan mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat,” kata Dadik.

Pemerintah Didorong Jadi Orkestrator Ekosistem Kreatif

Dadik menilai model kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak harus selalu menjadi penyandang dana utama dalam setiap kegiatan ekonomi kreatif.

Pemerintah, menurutnya, dapat mengambil peran sebagai fasilitator dan orkestrator ekosistem dengan mengoptimalkan aset daerah, regulasi, pelayanan, media promosi, pembinaan UMKM, hingga dukungan teknis lintas perangkat daerah.

Pendekatan tersebut dinilai relevan bagi Kota Malang yang terus mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif.

“Kota kreatif harus melahirkan kebijakan yang kreatif. Kreativitas bukan hanya berada di tangan seniman, pelaku industri kreatif, atau komunitas, tetapi juga harus hadir di dalam tata kelola pemerintahan,” tegas Dadik.

Ia menilai keterbatasan fiskal tidak selalu berarti terbatasnya ruang gerak pemerintah. Melalui optimalisasi aset dan kolaborasi, kebijakan dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Atas dukungan tersebut, Dadik menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kapolresta Malang Kota Danang Setiyo beserta jajaran, serta seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam mendukung Festival Mbois 11 – Malang Menyala.

“Dukungan ini menunjukkan bahwa pemerintah, aparat keamanan, komunitas, pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat dapat berjalan bersama. Inilah spirit kota kreatif yang sebenarnya,” pungkasnya.