Festival Batik Sukun #7 Ajak 30 Anak Kenali Motif dan Filosofi Batik
CITILIVE— Sebanyak 30 anak dari enam sekolah mengikuti edukasi pengenalan batik dalam Festival Batik Sukun #7 di Aula Balai Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini mengenalkan motif, warna, dan filosofi batik kepada anak-anak sejak dini.
Peserta berasal dari SDN Sukun 1, SDN Sukun 2, SDN Sukun 3, MIMA 1, SDN Ngaglik, dan SD Eklesia. Kegiatan dibuka oleh Lurah Sukun, Jajan Heryana, S.Sos., M.Si., dengan pendampingan Kelompok Batik KALOKA dari Sentra Batik Sukun.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti aktivitas mewarnai sekaligus mempelajari ragam motif batik. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan batik sebagai warisan budaya dan identitas lokal kepada generasi muda.
Jajan Heryana mengatakan pengenalan budaya lokal perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak mengenal dan menghargai kekayaan budaya di lingkungan mereka.

“Batik bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga identitas dan warisan budaya yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ketua Sentra Batik Sukun, Nur Zanah atau Nena Bachtiar, menjelaskan bahwa Batik Sukun mengangkat pohon sukun (Artocarpus altilis) sebagai inspirasi motif. Unsur buah, daun, dan bunga sukun dipadukan dengan sulur tanaman serta bentuk geometris untuk merepresentasikan hubungan masyarakat dengan alam dan lingkungan sekitarnya.
Menurut Nena, motif tersebut tidak hanya menggambarkan kekayaan alam, tetapi juga memuat nilai kebersamaan, kesabaran, dan keberlanjutan kehidupan. Filosofi itu menjadi bagian dari identitas Batik Sukun yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.
Festival Batik Sukun telah memasuki penyelenggaraan ketujuh. Pada 2022, kegiatan serupa menghadirkan peragaan busana, aktivitas mewarnai batik, dan bazar UMKM. Sementara pada 2025, Festival Batik Sukun #6 menggelar pameran batik lokal, lomba mewarnai, promosi UMKM, serta Pemilihan Duta Batik Cilik Nukus.
Pada edisi tahun ini, edukasi kepada anak-anak menjadi salah satu kegiatan untuk memperkenalkan batik melalui pengalaman kreatif. Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berupaya mengenalkan motif dan filosofi Batik Sukun kepada calon generasi penerus.
