Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
26/07/2026
CITILIVE

Diduga Curi Ayam, Pria Tewas Dikeroyok Massa; Tangis Anak Pecah Sambut Jenazah Ayah

Shinta lubis
  • Juli 26, 2026
  • 2 min read
Diduga Curi Ayam, Pria Tewas Dikeroyok Massa; Tangis Anak Pecah Sambut Jenazah Ayah

CITILIVE – Seorang pria berinisial KD meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa usai dituduh mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Peristiwa tragis itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama putri bungsunya yang histeris saat jenazah sang ayah tiba di rumah duka di Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng.

Rekaman video yang memperlihatkan bocah perempuan tersebut menangis sambil memanggil ayahnya yang telah terbujur kaku beredar luas di media sosial dan memicu keprihatinan publik.

KD meninggalkan seorang istri serta tiga anak. Dua di antaranya masih berstatus pelajar, masing-masing duduk di bangku kelas I SMA dan kelas I SD.

Perbekel Desa Sidatapa, I Made Sutama, yang ikut menjemput jenazah korban, mengaku terpukul melihat kesedihan keluarga, khususnya anak bungsu KD.

“Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Sutama, keluarga telah menerima kematian KD sebagai musibah. Namun, mereka tetap menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada aparat penegak hukum.

Ia menegaskan, dugaan tindak pidana semestinya diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan dengan tindakan kekerasan yang berujung hilangnya nyawa seseorang.

Peristiwa bermula sekitar pukul 01.30 WITA ketika KD diduga kepergok mengambil seekor ayam aduan milik warga. Massa yang disebut telah lama resah akibat maraknya kasus kehilangan ayam kemudian mengeroyok korban hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tidak hanya itu, sepeda motor yang digunakan korban juga dibakar massa.

Petugas Polsek Baturiti tiba sekitar 30 menit setelah kejadian dan mendapati korban telah meninggal dunia. Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti berupa seekor ayam, sebilah golok, tas berisi tang, ketapel, batu, serta sejumlah uang tunai.

Baca Juga:  Hari Pahlawan 2025: Wali Kota Malang Ajak Generasi Muda Lanjutkan Semangat Juang

Jenazah KD selanjutnya dievakuasi ke RSU Semara Ratih Tabanan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sementara itu, Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.

Penyidik masih mendalami identitas warga yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan maupun pembakaran sepeda motor korban. Hingga Sabtu (25/7/2026), kepolisian belum mengumumkan adanya tersangka dalam kasus tersebut.

Polisi mengingatkan bahwa dugaan tindak pidana, termasuk pencurian, tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan main hakim sendiri. Setiap orang yang diduga melakukan pelanggaran hukum tetap memiliki hak menjalani proses penyelidikan, penyidikan, hingga peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat pun diimbau menyerahkan penanganan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum guna mencegah terulangnya aksi kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa.