Dampak Insiden Bekasi Timur, 2 Kereta dari Stasiun Malang Dibatalkan dan Sejumlah Perjalanan Terlambat
CITILIVE,MALANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya melakukan penyesuaian pola operasi di Stasiun Malang menyusul dampak lanjutan insiden operasional di Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026). Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan keberangkatan dan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan gangguan tersebut berpengaruh terhadap pola operasi dan perputaran rangkaian kereta, sehingga diperlukan penyesuaian demi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat keterlambatan dan pembatalan sejumlah perjalanan KA pada hari ini. KAI terus berupaya melakukan percepatan pemulihan operasional dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan,” ujarnya.

Dua perjalanan kereta api dari Stasiun Malang yang dibatalkan yakni:
• KA Majapahit (245B) relasi Malang–Pasar Senen
• KA Arjuno Ekspres (66F) relasi Malang–Surabaya Gubeng
Selain pembatalan, dua perjalanan lainnya mengalami keterlambatan keberangkatan karena menunggu kesiapan rangkaian terdampak, yakni:
• KA Matarmaja relasi Malang–Pasar Senen
• KA Gajayana relasi Malang–Gambir
KAI Daop 8 memastikan pelanggan yang terdampak pembatalan dapat melakukan refund tiket 100 persen di luar biaya pemesanan melalui aplikasi Access by KAI maupun loket stasiun.
Sementara bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan, KAI akan memberikan kompensasi sesuai ketentuan service recovery yang berlaku.
“KAI memahami kondisi ini berdampak pada rencana perjalanan pelanggan. Karena itu kami berkomitmen memastikan seluruh hak pelanggan terpenuhi,” kata Mahendro.
Saat ini KAI Daop 8 Surabaya terus melakukan percepatan pemulihan operasional agar perjalanan kereta api kembali normal, dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan. (Shin)
