NewDaftar / Login NetwriterDAFTAR
08/12/2022
UPDATEKOTA

Dokter Wafat, IDI Tegaskan Protokol Kesehatan.

  • Oktober 19, 2020
  • 2 min read
Dokter Wafat, IDI Tegaskan Protokol Kesehatan.

MALANG, malangpost.id- Seorang dokter di Kota Malang, kembali meninggal dunia. Karena Covid-19, setelah sempat mendapat perawatan intensif di ruang isolasi RSSA Malang. Dr dr Siswanto MSc, wafat pada Senin (19/10) dini hari. Dalam usia 78 tahun.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malang Raya, dr Djoko Heri Hermanto, Sp.PD-KHOM., benar-benar prihatin dengan kondisi tersebut. Apalagi almarhum, adalah dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

‘’Agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi, mohon kepada semua pihak, agar patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir,’’ kata dr Djoko.

Sebab, katanya, percuma saja seluruh perjuangan para dokter dan petugas kesehatan, yang menggunakan APD lengkap, jika angka kasus Covid-19 terus bertambah. Masyarakat sebagai kuncinya, harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

‘’Kalau masyarakat sampai abai dan tidak patuh dalam penerapan protokol kesehatan, dampaknya justru kepada petugas medis dan paramedis. Karena mereka yang berada di garis depan mengatasi masalah ini. Masyarakat yang terkena virus, akan menyerang tenaga medis,’’ katanya.

Jika kondisi tersebut terus terjadi, tambahnya, tidak menutup kemungkinan rumah sakit dan tempat kesehatan lainnya, akan penuh pasien. Akibatnya, petugas medis akan kelelahan dan pada akhirnya mereka akan tertular Covid-19.

IDI sendiri, akan terus memberikan sosialisasi terkait pemakaian dan pelepasan APD bagi tenaga kesehatan dan dokter. Termasuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan APD untuk dokter dan tenaga kesehatan.

Catatan IDI Malang Raya, jingga September kemarin, ada 36 dokter yang terkonfirmasi Covid-19. Dari jumlah tersebut, ada lima dokter yang berpulang. Para dokter di Malang Raya sendiri, saat ini sudah banyak yang mengurangi jam praktik pribadi, untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19. (nyk/rdt)