Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
09/05/2026
SMARTLIVE

UNISMA Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Total Profesor Kini Capai 27 Orang

rifamahmudah
  • Mei 9, 2026
  • 2 min read
UNISMA Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Total Profesor Kini Capai 27 Orang

SMARTLIVE – Universitas Islam Malang kembali memperkuat kapasitas akademiknya dengan mengukuhkan tiga guru besar baru dalam Rapat Terbuka Senat yang digelar di Gedung Pascasarjana Lantai 7 UNISMA, Sabtu (9/5/2026).

Pengukuhan tersebut menandai penguatan kualitas riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan kampus, khususnya di bidang teknologi pertanian, farmasi biomedik, dan agribisnis berkelanjutan.

Rektor UNISMA, Junaidi, menegaskan jumlah guru besar di UNISMA kini mencapai 27 profesor yang tersebar di berbagai fakultas dan bidang keilmuan.

“Alhamdulillah, UNISMA sekarang memiliki 27 guru besar,” ujarnya dalam sambutan pengukuhan.

Menurutnya, keberadaan profesor menjadi salah satu indikator penting dalam penguatan mutu perguruan tinggi, baik dalam aspek pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Saat ini, UNISMA memiliki 10 fakultas dan sekitar 40 program studi. Hampir seluruh fakultas disebut telah memiliki guru besar sesuai bidang keahlian masing-masing.

“Hampir seluruh fakultas yang ada telah memiliki guru besar di bidangnya. Ini menjadi kekuatan penting bagi pengembangan mutu pendidikan tinggi di UNISMA,” katanya.

Junaidi juga menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen kampus, mulai dari yayasan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Dalam pengukuhan tersebut, salah satu guru besar yang dikukuhkan, Istirochah Pujiwati, menyampaikan orasi ilmiah mengenai inovasi teknologi Sonic Bloom untuk mendukung ketahanan pangan kedelai nasional.

Ia menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai yang mencapai sekitar 80 persen kebutuhan nasional pada 2025.

Menurutnya, teknologi Sonic Bloom yang memanfaatkan gelombang suara tertentu berpotensi meningkatkan produktivitas tanaman melalui optimalisasi penyerapan nutrisi.

“Berbagai penelitian menunjukkan teknologi Sonic Bloom yang dipadukan dengan pupuk cair mampu meningkatkan hasil pertanian secara signifikan,” ujarnya.

Baca Juga:  UM Perkuat Budaya Riset dan Publikasi Lewat Workshop LPPM

Guru besar lainnya, Yudi Purnomo, membawakan orasi ilmiah terkait pengembangan terapi diabetes berbasis bahan alam dan antiinflamasi.

Ia menyebut Indonesia menempati posisi kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak pada 2021. Mayoritas kasus merupakan diabetes melitus tipe 2 yang mencapai sekitar 90 hingga 95 persen dari total penderita.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan obat herbal karena memiliki biodiversitas terbesar kedua di dunia dengan sekitar 40 ribu spesies tumbuhan.

Sementara itu, Dwi Susilowati mengangkat tema pengembangan model partisipatoris kolaborasi agribisnis hulu-hilir berbasis sekolah lapang untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Ia menegaskan pertanian berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan petani.

“Pertanian berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui keterlibatan individu maupun kolektif petani dan komunitas,” katanya.

Pengukuhan tiga guru besar tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi UNISMA dalam menghasilkan inovasi riset dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat serta pembangunan nasional. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *