Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
05/05/2026
SMARTLIVE

UM Gelar Orasi Kebangsaan, Akademisi dan Mahasiswa Suarakan Kritik Isu Nasional hingga Kampus

rifamahmudah
  • Mei 5, 2026
  • 2 min read
UM Gelar Orasi Kebangsaan, Akademisi dan Mahasiswa Suarakan Kritik Isu Nasional hingga Kampus

SMARTLIVE,MALANG – Universitas Negeri Malang melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Pancasila menggelar Refleksi dan Orasi Kebangsaan, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi akademisi dan mahasiswa untuk menyampaikan kritik serta gagasan terhadap isu kebangsaan.

Acara yang berlangsung di Outdoor Learning Space (OLS) Gedung A18 tersebut diikuti sedikitnya 10 guru besar dan akademisi lintas bidang. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Hariyono, Hadi Nur, Hari Wahyono, Djoko Saryono, hingga Akhirul Aminulloh.

Kepala UPT Laboratorium Pancasila UM, Akhirul Aminulloh, menegaskan kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali fungsi kampus sebagai ruang refleksi kritis terhadap dinamika sosial dan politik.

“Kampus tidak hanya fokus pada urusan internal, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk merespons situasi kebangsaan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, mimbar orasi dibuka secara bebas tanpa intervensi. Guru besar, dosen, hingga mahasiswa diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pandangan secara terbuka.

Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari penguatan ideologi Pancasila, kondisi ekonomi nasional, hingga kritik terhadap sistem pendidikan. Tak hanya itu, mahasiswa juga menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan internal kampus.

“Kami terbuka terhadap kritik. Setiap orang berhak menyampaikan aspirasi secara ilmiah dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan agenda perdana yang direncanakan menjadi program tahunan. Hasil refleksi dan orasi akan dirangkum sebagai pandangan akademik untuk disebarluaskan ke publik.

Selain orasi, kegiatan juga diisi penampilan seni seperti puisi dan musik sebagai bentuk ekspresi reflektif mahasiswa.

Akhirul menekankan pentingnya peran akademisi dalam menjaga nalar publik dan mengawal kebijakan agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Masih banyak tantangan, mulai dari persoalan ekonomi hingga kebebasan pers. Karena itu, suara akademisi harus terus hadir sebagai kontrol sosial,” pungkasnya. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *