MATHVENTURE Antar Mahasiswa Magister FTIK UIN Malang Raih Juara 3 Nasional
SMARTLIVE – Matematika sering kali identik dengan angka, rumus, dan berbagai bentuk perhitungan yang dianggap sulit oleh sebagian peserta didik. Tidak sedikit siswa yang memandang matematika sebagai mata pelajaran yang menantang dan penuh dengan konsep abstrak. Namun, pandangan tersebut berusaha diubah melalui sebuah inovasi pembelajaran bernama MATHVENTURE, sebuah gagasan kreatif yang menghadirkan matematika sebagai pengalaman belajar yang menarik, menyenangkan, dan bermakna.
Inovasi ini berhasil mengantarkan Zumrotus Sa’adah, mahasiswa Program Magister Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang juga berprofesi sebagai guru di MAN 1 Lamongan, meraih Juara 3 Tingkat Nasional pada kategori Inovasi Pembelajaran dalam ajang Expo dan Rapat Kerja Nasional (Extranas) Madrasah Aliyah Plus Keterampilan (MA Plus Keterampilan) dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) Tahun 2026.
Kompetisi yang digelar secara daring pada 28 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh para pendidik dari berbagai MA Plus Keterampilan dan MAKN di seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi wadah bagi para guru untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi mereka dalam mengembangkan metode pembelajaran yang mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini.
Karya yang dipresentasikan oleh Zumrotus Sa’adah mengangkat tema “MATHVENTURE (Ketika Peluang Mengajarkan Lebih dari Sekadar Kemungkinan)”. Judul tersebut mencerminkan filosofi utama dari inovasi yang dikembangkan, yaitu menjadikan materi peluang dalam matematika tidak hanya dipahami sebagai konsep teoritis yang berisi angka dan perhitungan, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun pengalaman belajar yang lebih mendalam.
Melalui MATHVENTURE, konsep peluang diperkenalkan dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan interaktif. Peserta didik diajak untuk memahami bahwa setiap peluang tidak hanya berkaitan dengan hasil perhitungan matematis, tetapi juga mengandung proses berpikir kritis, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan melihat berbagai kemungkinan yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran matematika menjadi lebih dekat dengan realitas yang dialami siswa.

Keberhasilan MATHVENTURE tidak diraih secara instan. Dalam kompetisi tersebut, peserta diwajibkan menyusun dan mengirimkan berbagai dokumen pendukung yang menunjukkan kualitas inovasi yang dikembangkan. Penilaian tidak hanya berfokus pada ide yang ditawarkan, tetapi juga pada bagaimana inovasi tersebut diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran.
Untuk memenuhi berbagai persyaratan tersebut, Zumrotus Sa’adah menyiapkan sejumlah komponen penting, mulai dari modul ajar, deskripsi lengkap mengenai inovasi pembelajaran yang dikembangkan, video pembuatan media pembelajaran, video implementasi pembelajaran di kelas, hingga dokumentasi kegiatan pendukung lainnya. Keseluruhan komponen tersebut menjadi bukti bahwa sebuah inovasi pendidikan harus mampu diwujudkan dalam praktik yang nyata dan memberikan dampak positif bagi peserta didik.
Upaya dan kerja keras tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. MATHVENTURE berhasil masuk dalam jajaran enam besar terbaik tingkat nasional. Pencapaian tersebut membuka jalan bagi Zumrotus Sa’adah untuk melanjutkan kompetisi ke tahap presentasi yang dilaksanakan pada 5 September 2026.
Tahap presentasi menjadi momen penting dalam penilaian akhir. Pada sesi ini, para finalis tidak hanya menjelaskan konsep yang telah mereka buat, tetapi juga menunjukkan efektivitas inovasi yang diterapkan dalam pembelajaran. Melalui pemaparan tersebut, MATHVENTURE berhasil menunjukkan keunggulannya sebagai media pembelajaran yang mampu mengubah konsep peluang menjadi pengalaman belajar yang aktif dan bermakna bagi siswa.
Prestasi sebagai Juara 3 Nasional menjadi pencapaian yang membanggakan, tidak hanya bagi Zumrotus Sa’adah secara pribadi, tetapi juga bagi lingkungan akademik FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dapat lahir dari kombinasi antara penguasaan ilmu, kreativitas, serta keberanian untuk menghadirkan pendekatan baru dalam pembelajaran.
Lebih jauh lagi, ajang kompetisi tingkat nasional seperti ini menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan dari para guru di seluruh Indonesia. Setiap karya yang ditampilkan membawa perspektif dan pengalaman yang berbeda sesuai dengan kondisi pendidikan di daerah masing-masing. Dalam konteks tersebut, MATHVENTURE hadir sebagai salah satu inspirasi yang menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dapat dikemas secara kreatif tanpa menghilangkan substansi keilmuan yang harus dipahami siswa.
Pencapaian ini juga mempertegas komitmen FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pendidikan matematika tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan menghitung atau menghafal rumus, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang mampu mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.
Pada akhirnya, MATHVENTURE memberikan pesan sederhana namun mendalam. Dalam matematika, peluang memang dapat dihitung melalui rumus dan angka. Namun dalam kehidupan, peluang sering kali tercipta melalui keberanian untuk mencoba, berinovasi, dan menghadirkan sesuatu yang berbeda. Dari ruang kelas lahir sebuah ide, dari ide berkembang sebuah inovasi, dan dari inovasi tersebut lahir prestasi yang mengharumkan nama pendidikan matematika FTIK UIN Malang di tingkat nasional.
Artikel ini sudah diparafrase secara menyeluruh, dikembangkan dengan gaya jurnalistik yang lebih mengalir, serta dioptimalkan untuk SEO dengan kata kunci seperti MATHVENTURE, Inovasi Pembelajaran, Pendidikan Matematika, FTIK UIN Malang, dan Juara Nasional.
