Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
05/11/2026
SMARTLIVE

Mahasiswa PBA FTIK UIN Malang Raih Juara 1 Lomba Khitobah Bahasa Arab MATHLA 2026

rifamahmudah
  • November 5, 2026
  • 4 min read
Mahasiswa PBA FTIK UIN Malang Raih Juara 1 Lomba Khitobah Bahasa Arab MATHLA 2026

Kemampuan berbicara di hadapan publik tidak hanya membutuhkan kefasihan dalam bertutur, tetapi juga kecakapan dalam menyampaikan ide, membangun pemahaman, serta memberikan kesan yang mendalam kepada para pendengar. Hal tersebut berhasil dibuktikan oleh Rahmania Ahsana Amala, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Ia sukses memperoleh Juara 1 dalam cabang perlombaan Khitobah Bahasa Arab pada ajang MATHLA 2026 yang berlangsung di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember pada 23–24 Oktober 2026.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti nyata bahwa penguasaan bahasa Arab tidak sebatas kemampuan memahami kaidah kebahasaan maupun menghafalkan berbagai kosakata. Lebih dari itu, bahasa Arab dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan pemikiran, menyuarakan gagasan, dan membangun komunikasi yang efektif di hadapan masyarakat. Melalui kompetisi khitobah, kemampuan peserta dalam menggunakan bahasa Arab diuji secara menyeluruh, baik dari aspek kebahasaan maupun keterampilan berbicara di depan umum.

Dalam perlombaan tersebut, setiap peserta dituntut untuk mampu menyajikan pidato dengan materi yang berbobot sekaligus menarik. Penguasaan terhadap topik yang dibawakan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Selain itu, peserta juga perlu memperlihatkan ketepatan dalam melafalkan setiap kata, mengatur intonasi suara, menunjukkan ekspresi yang sesuai, serta menjaga interaksi dengan audiens. Berbagai unsur tersebut memiliki peran penting dalam menciptakan penyampaian pidato yang komunikatif sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh para pendengar.

Keberhasilan Rahmania dalam meraih predikat juara pertama tentunya tidak terlepas dari persiapan dan usaha yang dilakukan sebelum mengikuti perlombaan. Proses tersebut mencakup penyusunan naskah pidato, pemahaman secara mendalam terhadap materi yang akan disampaikan, serta latihan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas penampilan. Persiapan yang matang menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan diri ketika harus tampil di hadapan dewan juri dan peserta lainnya.

Baca Juga:  Literasi Digital Bagi Warga Depok Diagendakan UI & Kepolisian Kota Depok

Melalui proses tersebut, Rahmania menunjukkan bahwa keterampilan berpidato menggunakan bahasa Arab membutuhkan kombinasi antara pemahaman teori, penguasaan materi, kemampuan praktik, dan kesiapan mental. Seseorang tidak cukup hanya mengetahui bagaimana suatu bahasa digunakan secara benar, tetapi juga harus mampu menerapkannya dalam situasi komunikasi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, kompetisi khitobah menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus mengasah keberanian dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

Prestasi yang diraih Rahmania juga memberikan gambaran mengenai pentingnya pembelajaran bahasa Arab yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademis di lingkungan perkuliahan. Kemampuan mahasiswa seharusnya dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan ruang untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh. Dalam hal ini, khitobah menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran bahasa Arab yang menggabungkan keterampilan berbicara, pengembangan wawasan, penyusunan argumentasi, dan kemampuan berkomunikasi secara persuasif.

Melalui kegiatan perlombaan semacam ini, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga untuk mengukur kemampuan diri sekaligus mengetahui aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan. Mereka juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi, bertukar pengalaman, dan membangun semangat kompetitif yang positif dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Dengan demikian, keikutsertaan dalam kompetisi tidak hanya berorientasi pada pencapaian kemenangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan kapasitas diri dan peningkatan kualitas akademik.

Keberhasilan Rahmania Ahsana Amala dalam ajang MATHLA 2026 turut menambah deretan capaian membanggakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam bidang kebahasaan. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menunjukkan kemampuan dan kompetensinya melalui berbagai ajang perlombaan, baik di tingkat regional maupun nasional.

Capaian tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi kepada mahasiswa lainnya agar semakin bersemangat dalam mengembangkan keterampilan dan menggali potensi yang dimiliki. Kesempatan untuk mengikuti kompetisi dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran, pengalaman, sekaligus pembuktian atas kemampuan yang telah diasah selama proses pendidikan. Dengan kemauan untuk terus berlatih, meningkatkan pengetahuan, dan membangun rasa percaya diri, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan berbagai prestasi yang membanggakan.

Baca Juga:  7 Skill yang Perlu Dimiliki Anak Sebelum Masuk Taman Kanak-kanak

Pada akhirnya, keberhasilan Rahmania di panggung Khitobah MATHLA 2026 menjadi pengingat bahwa bahasa bukan sekadar alat untuk menyampaikan informasi, melainkan juga media untuk menginspirasi dan memberikan pengaruh positif kepada orang lain. Penguasaan bahasa yang disertai keberanian, ketepatan, serta kemampuan mengolah gagasan dapat menjadi kekuatan yang bernilai. Melalui prestasi ini, Rahmania telah memperlihatkan bahwa bahasa Arab dapat menjadi sarana untuk menyampaikan ide, memperluas jangkauan komunikasi, dan membuka peluang meraih keberhasilan. Prestasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya pencapaian-pencapaian berikutnya, sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa PBA FTIK UIN Malang dalam mengembangkan dan memajukan pembelajaran bahasa Arab.

1 Comment

  • For the reason that the admin of this site is working, no uncertainty very quickly it will be renowned, due to its quality contents.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *