Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
28/04/2026
SMARTLIVE

Mahasiswa FK UM Ciptakan Alat Deteksi Kanker Serviks dan Autoimun, Raih Prestasi Nasional

rifamahmudah
  • April 28, 2026
  • 2 min read
Mahasiswa FK UM Ciptakan Alat Deteksi Kanker Serviks dan Autoimun, Raih Prestasi Nasional

SMARTLIVE,MALANG – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) menciptakan dua inovasi teknologi kesehatan untuk deteksi dini kanker serviks dan penyakit autoimun. Karya tersebut sekaligus mengantarkan tim meraih prestasi pada dua ajang esai nasional tahun 2026.

Mahasiswa FK UM, Nada Balqis MY Wulan bersama tim mengembangkan inovasi pertama bernama CHITO-CRISPR, biosensor berbasis portable molecular detector untuk mendeteksi kanker serviks secara dini melalui sampel urin.

Teknologi ini dirancang sebagai metode skrining non-invasif, praktis, dan dapat digunakan mandiri tanpa membutuhkan fasilitas laboratorium kompleks. Inovasi tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan tingginya kasus kanker serviks yang kerap terlambat terdeteksi akibat keterbatasan layanan kesehatan maupun hambatan sosial.

“Melalui inovasi ini, kami ingin meningkatkan kesadaran perempuan untuk melakukan skrining sejak dini dengan cara yang lebih mudah dan nyaman,” ujar Nada.

Selain itu, tim juga menciptakan IMUNO-SENSE PATCH, alat deteksi dini penyakit autoimun berbasis smart hollow microneedle yang terintegrasi dengan sistem pemantauan aplikasi.

Perangkat ini mampu mendeteksi biomarker tertentu yang berkaitan dengan gangguan sistem imun sehingga risiko penyakit dapat diketahui lebih cepat dan akurat. Inovasi tersebut dinilai berpotensi membantu proses diagnosis dini serta penanganan medis yang lebih tepat.

Kedua alat kesehatan itu dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

Dengan desain sederhana, adaptif, dan mudah digunakan, teknologi tersebut diharapkan menjadi solusi alternatif untuk menekan keterlambatan diagnosis berbagai penyakit serius.

Atas capaian tersebut, Nada dan tim berhasil meraih penghargaan dalam Festival Science Competition Neuroglia (FASCIA) 2026 dan Bandung Essay Competition 3.

Prestasi itu sekaligus menegaskan peran FK UM sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak tenaga kesehatan, tetapi juga mendorong lahirnya inovator muda di bidang kesehatan.

Baca Juga:  Mulai Dilirik, Berkarir di Dunia Engineering Sebuah Tantangan Baru Bagi Perempuan Indonesia

Keberhasilan mahasiswa FK UM ini juga dinilai sejalan dengan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya tujuan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *