Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
20/09/2026
SMARTLIVE

Belajar Kitab Kuning Lebih Mudah, FTIK UIN Malang Hadirkan Sertifikasi Amtsilati

rifamahmudah
  • September 20, 2026
  • 5 min read
Belajar Kitab Kuning Lebih Mudah, FTIK UIN Malang Hadirkan Sertifikasi Amtsilati

SMARTLIVE – Kemampuan membaca kitab kuning masih menjadi salah satu kompetensi penting bagi mahasiswa yang menekuni studi keislaman. Di balik lembaran kitab-kitab klasik tersebut tersimpan khazanah ilmu yang telah diwariskan oleh para ulama selama berabad-abad. Namun, memahami kitab kuning tidak cukup hanya dengan mampu membaca huruf Arab tanpa harakat. Dibutuhkan pemahaman kaidah bahasa, ketelitian dalam membaca struktur kalimat, serta kemampuan menangkap makna yang terkandung di dalamnya.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Laboratorium Al-Qur’an dan Sains Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Sertifikasi Guru Baca Kitab Kuning Metode Amtsilati bagi mahasiswa FTIK. Kegiatan yang berlangsung pada 14–15 September 2026 ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam membaca dan memahami kitab kuning secara sistematis.

Program sertifikasi ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari mahasiswa. Sebelum pelaksanaan pelatihan, peserta terlebih dahulu mengikuti beberapa tahapan seleksi. Pendaftaran dibuka pada 1 hingga 8 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan seleksi administrasi pada 9–10 September. Setelah itu, peserta yang lolos mengikuti seleksi praktik pada 11 September 2026. Dengan jumlah peserta yang terbatas dan tanpa dipungut biaya pendaftaran, program ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa yang ingin memperdalam kemampuan membaca kitab kuning. Sistem seleksi yang diterapkan juga bertujuan memastikan peserta yang terlibat dapat mengikuti proses pembelajaran secara maksimal dan intensif. Pelaksanaan sertifikasi dirancang secara bertahap agar peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah.

Hari pertama kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan yang berlangsung secara resmi. Rangkaian pembukaan meliputi sambutan dari panitia, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars FTIK, sambutan dari Amtsilati Kormamuda Amtsilati Malang, sambutan dari pihak dekanat sekaligus pembukaan kegiatan, serta doa bersama. Suasana tersebut menjadi awal yang membangun semangat peserta sebelum memasuki sesi utama pelatihan. Setelah pembukaan selesai, peserta mulai mengikuti pengenalan metode Amtsilati.

Baca Juga:  LP2M UIN Maliki Malang Gelar Workshop Metodologi, Irwan : Penelitian Bagus Bisa Transformasikan Masyarakat

Metode ini dikenal sebagai salah satu pendekatan yang membantu pembelajaran membaca kitab kuning dengan cara yang lebih sistematis dan mudah dipahami. Melalui metode tersebut, peserta diajak mengenal pola-pola dasar yang dapat membantu memahami struktur bahasa Arab dalam kitab klasik. Pada hari pertama, materi difokuskan pada pelatihan Amtsilati Jilid 1, Jilid 2, dan Jilid 3. Setiap sesi dirancang tidak hanya berisi penyampaian teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung. Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba menerapkan materi yang dipelajari, berdiskusi dengan sesama peserta, serta melakukan simulasi secara berkelompok. Pendekatan pembelajaran seperti ini membuat peserta tidak sekadar menjadi pendengar pasif. Mereka terlibat aktif dalam proses belajar sehingga pemahaman yang diperoleh dapat berkembang secara bertahap. Interaksi yang terjadi selama pelatihan juga membantu peserta lebih percaya diri dalam memahami materi yang disampaikan.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penguatan materi. Sebelum masuk ke materi baru, peserta terlebih dahulu diajak melakukan review terhadap pembelajaran hari pertama. Langkah ini dilakukan untuk memastikan materi yang telah dipelajari benar-benar dipahami sebelum melanjutkan ke tingkat berikutnya. Setelah sesi pengulangan materi, peserta mengikuti pelatihan Amtsilati Jilid 4 dan Jilid 5. Materi yang diberikan semakin memperdalam kemampuan peserta dalam membaca dan memahami teks-teks kitab kuning. Setiap tahapan dirancang untuk membangun keterampilan peserta secara bertingkat sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih efektif. Usai seluruh materi selesai diberikan, peserta mengikuti ujian evaluasi sebagai bagian dari proses sertifikasi. Evaluasi ini bertujuan mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang telah dipelajari selama dua hari pelatihan.

Selain ujian evaluasi, peserta juga mengikuti sesi microteaching. Sesi ini menjadi salah satu bagian yang menarik dalam program sertifikasi karena peserta tidak hanya diuji dari sisi pemahaman materi, tetapi juga kemampuan menyampaikan kembali ilmu yang telah diperoleh. Melalui microteaching, mahasiswa belajar bagaimana menjelaskan materi kepada orang lain dengan cara yang mudah dipahami. Pengalaman ini menjadi bekal penting, terutama bagi mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia pendidikan, dakwah, maupun pengabdian kepada masyarakat. Di sinilah makna utama dari program sertifikasi tersebut terlihat. Tujuannya bukan sekadar menghasilkan mahasiswa yang mampu membaca kitab kuning dengan baik. Lebih dari itu, program ini berupaya mencetak mahasiswa yang mampu menjadi penggerak dan penyebar ilmu di lingkungan sekitarnya.

Baca Juga:  Penutupan Oshika 2025 Unisma: 5.961 Mahasiswa Baru Didorong Jadi Agen Perubahan Bangsa

Di tengah perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi saat ini, kemampuan memahami sumber-sumber keislaman tetap memiliki nilai yang sangat penting. Teknologi memang dapat membantu menemukan berbagai referensi dengan cepat, tetapi pemahaman yang mendalam terhadap teks keislaman tetap memerlukan proses belajar yang serius dan berkelanjutan. Kitab kuning sebagai salah satu sumber utama keilmuan Islam menyimpan banyak pengetahuan yang relevan hingga saat ini.

Karena itu, kemampuan membaca dan memahami kitab kuning menjadi keterampilan yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda Muslim, khususnya mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Islam. Melalui Sertifikasi Guru Baca Kitab Kuning Amtsilati, FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berupaya menjembatani tradisi keilmuan Islam dengan kebutuhan mahasiswa masa kini. Pembelajaran yang dikombinasikan dengan praktik, evaluasi, dan pengalaman mengajar memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan acara penutupan resmi, penyerahan sertifikat kepada peserta, serta sesi foto bersama panitia dan jajaran dekanat. Meskipun kegiatan telah berakhir, proses belajar para peserta tentu tidak berhenti sampai di situ. Sertifikat yang diterima hanyalah simbol bahwa mereka telah menyelesaikan satu tahap pembelajaran. Nilai yang jauh lebih penting adalah kemampuan, pengalaman, dan kepercayaan diri yang berhasil mereka bangun selama mengikuti pelatihan.Pada akhirnya, membaca kitab kuning bukan hanya tentang membuka dan melafalkan teks demi teks. Kemampuan tersebut merupakan pintu masuk menuju khazanah ilmu Islam yang luas dan mendalam.

Melalui program Sertifikasi Guru Baca Kitab Kuning Amtsilati, FTIK UIN Malang menegaskan komitmennya dalam melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya mampu memahami ilmu, tetapi juga siap mengajarkannya, mengamalkannya, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. Dengan demikian, ilmu yang dipelajari tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan terus berkembang menjadi sumber kebermanfaatan bagi banyak orang. Inilah semangat yang ingin ditanamkan melalui program Amtsilati: belajar, memahami, mengajarkan, dan mengabdikan ilmu demi kemaslahatan bersama. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *