Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
16/04/2026
CITILIVE

Wali Kota Malang Perkuat Peran Petani untuk Kendalikan Harga Cabai dan Tekan Inflasi

rifamahmudah
  • April 16, 2026
  • 2 min read
Wali Kota Malang Perkuat Peran Petani untuk Kendalikan Harga Cabai dan Tekan Inflasi

CITILIVE – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai langkah strategis mengendalikan harga pangan, khususnya komoditas cabai yang masih tinggi di pasaran.

Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran langsung Wali Kota dalam kegiatan panen cabai bersama petani serta penyaluran bantuan sarana produksi (saprodi) kepada 12 kelompok tani di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kamis (16/4/2026).

Menurut Wahyu, penguatan peran petani menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan laju inflasi daerah.

“Produksi petani kita sebenarnya sangat baik. Ini harus kita dukung terus agar pasokan terjaga dan harga bisa lebih terkendali,” ujarnya.

Dorong Produksi, Jaga Stabilitas Harga

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota meninjau langsung hasil panen cabai di lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi yang mampu menghasilkan hingga 6 ton dalam satu siklus. Bahkan, tanaman cabai tersebut dapat dipanen hingga 15 kali dalam setahun.

Capaian ini, menurut Wahyu, menjadi bukti bahwa sektor pertanian di Kota Malang masih memiliki potensi besar meski berada di wilayah perkotaan. Namun demikian, ia juga menyoroti masih tingginya harga cabai di tingkat konsumen yang mencapai lebih dari Rp100 ribu per kilogram, jauh di atas harga petani yang berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu.

“Kami tidak tinggal diam. Selain menjaga produksi, kami juga akan menelusuri rantai distribusi agar harga di masyarakat bisa lebih terjangkau,” tegasnya.

Intervensi Nyata Lewat Bantuan Petani

Sebagai bentuk intervensi nyata, Pemkot Malang menyalurkan bantuan saprodi kepada kelompok tani guna meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha pertanian. Langkah ini menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  148 Warga Kota Malang Dilatih Kuasai Public Speaking, Dorong Kepercayaan Diri dan Literasi Komunikasi

Wahyu menekankan, keberpihakan kepada petani harus diwujudkan tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui dukungan langsung di lapangan.

“Petani harus kita kuatkan. Kalau produksi stabil, maka kita punya kendali terhadap harga,” katanya.

Strategi Tekan Inflasi Berbasis Sektor Riil

Melalui pendekatan ini, Pemkot Malang menempatkan sektor riil, khususnya pertanian, sebagai garda depan dalam pengendalian inflasi.

Sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, aparat, dan kelompok tani diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara produksi dan distribusi. Dengan langkah tersebut, Pemkot Malang optimistis stabilitas harga pangan dapat terjaga, sekaligus memastikan kesejahteraan petani dan daya beli masyarakat tetap terlindungi. (shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *