UIN Malang Gelar Pelatihan English for Tourism, Libatkan Mahasiswa Internasional untuk Tingkatkan Layanan Wisata
SMARTLIVE – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata terus dilakukan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui program pengabdian kepada masyarakat.
Kali ini, tim dari Program Studi Tadris Bahasa Inggris mengadakan pelatihan *English for Tourism* bagi para pelaku usaha pariwisata di Desa Gubuklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Jumat (9/10/2026). Menariknya, kegiatan tersebut melibatkan dua mahasiswa internasional FTIK, yakni Muhsan asal Pakistan dan Karim asal Chad.
Keduanya berperan sebagai wisatawan mancanegara dalam berbagai simulasi percakapan bahasa Inggris bersama peserta. Kehadiran mereka memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berlatih berkomunikasi secara langsung dengan penutur yang memiliki latar belakang negara dan budaya berbeda. Pelatihan ini merupakan bagian dari program UIN Mengabdi Berdampak Bergerak, sebuah inisiatif yang mendorong perguruan tinggi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui program tersebut, pengetahuan dan keterampilan akademik diharapkan tidak hanya berkembang di lingkungan kampus, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor, termasuk pariwisata.
Tim pengabdian dipimpin oleh Prof. Langgeng Budianto bersama Wahyu Indah Mala Rohmana dan Fadlil Abdani. Sementara itu, Hazlinda Praswati, S.Pd. dan Rahma Adhine Wahyu Putri, S.Pd. bertugas sebagai pemateri yang membimbing peserta selama proses pembelajaran dan praktik komunikasi bahasa Inggris.
Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Pelaku Wisata

Desa Gubuklakah merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pariwisata karena berada di kawasan jalur wisata menuju Gunung Bromo. Beragam destinasi dan usaha lokal berkembang di wilayah ini, sehingga masyarakat kerap berinteraksi dengan pengunjung dari berbagai daerah, termasuk wisatawan asing. Kondisi tersebut membuat kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting bagi pelaku usaha wisata. Bahasa Inggris diperlukan untuk menyambut pengunjung, memberikan petunjuk, menjelaskan daya tarik destinasi, hingga membantu wisatawan memperoleh informasi yang dibutuhkan selama perjalanan.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris yang relevan dengan aktivitas pekerjaan mereka. Pembelajaran dirancang agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam situasi pelayanan sehari-hari. Metode yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyampaian teori. Peserta diajak mengikuti berbagai simulasi percakapan yang menggambarkan kondisi nyata ketika berhadapan dengan wisatawan mancanegara. Dengan demikian, mereka dapat belajar menyusun kalimat, memahami pertanyaan, serta memberikan jawaban secara lebih alami.
Keterlibatan Muhsan dan Karim menjadi salah satu unsur penting dalam kegiatan tersebut. Peserta dapat merasakan pengalaman berkomunikasi dengan wisatawan asing secara langsung, bukan sekadar membaca contoh dialog atau menghafalkan kosakata dari buku. Interaksi ini juga membantu mereka membiasakan diri menghadapi percakapan spontan yang mungkin terjadi saat melayani pengunjung.
Praktik Percakapan Sesuai Kebutuhan Usaha Wisata
Pelatihan English for Tourism disusun berdasarkan jenis layanan yang dijalankan oleh para peserta. Materi praktik mencakup cara menyambut wisatawan, memperkenalkan objek wisata, menjelaskan pengalaman yang dapat dinikmati pengunjung, serta memberikan informasi mengenai kuliner khas daerah. Selain itu, peserta juga berlatih menggunakan bahasa Inggris untuk melayani tamu penginapan, menjelaskan harga layanan, membantu proses pemesanan, dan menyampaikan informasi mengenai keselamatan selama melakukan perjalanan wisata.
Simulasi tersebut memberikan gambaran bahwa komunikasi dalam sektor pariwisata tidak hanya membutuhkan penguasaan kosakata, tetapi juga kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, ramah, dan sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Pelaku usaha perlu memahami cara menawarkan bantuan, menjawab pertanyaan, serta memberikan penjelasan yang mudah dimengerti. Untuk mendukung proses pembelajaran, tim pengabdian menggunakan buku saku berjudul English for Tourism: Practical English Pocket Guide. Panduan tersebut dikembangkan oleh tim sebagai bahan belajar praktis yang dapat membantu masyarakat menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas pelayanan wisata.
Buku saku ini mencakup lima topik utama, yaitu Common Tourism English, Guest House/Accommodation, Culinary Tourism, Tourist Attraction, serta Tour Guide/Jeep. Setiap topik memuat ungkapan dan contoh komunikasi yang berkaitan dengan kebutuhan pelayanan di sektor pariwisata. Dengan adanya panduan tersebut, peserta memiliki bahan belajar yang lebih terarah sesuai bidang usaha masing-masing.
Mereka dapat mempelajari ungkapan yang diperlukan ketika melayani tamu penginapan, memperkenalkan makanan lokal, menjelaskan objek wisata, maupun memberikan informasi terkait perjalanan menggunakan jip wisata.
Uji Coba Buku Saku untuk Penyempurnaan Materi
Selain menjadi sarana peningkatan keterampilan masyarakat, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai bagian dari uji coba buku English for Tourism: Practical English Pocket Guide. Penerapan materi secara langsung memungkinkan tim pengabdian melihat sejauh mana ungkapan dan contoh percakapan dalam buku tersebut sesuai dengan kebutuhan pelaku wisata di lapangan. Pengalaman peserta selama mengikuti simulasi, termasuk berbagai kendala yang muncul ketika berkomunikasi, menjadi masukan penting bagi pengembangan materi selanjutnya.
Evaluasi ini diharapkan dapat membantu tim menyempurnakan isi buku agar lebih praktis, mudah dipahami, dan sesuai dengan situasi pelayanan wisata yang sebenarnya. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, pelatihan ini juga diharapkan mampu membangun kepercayaan diri masyarakat dalam menggunakan bahasa Inggris. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar pelaku usaha tidak ragu ketika harus berinteraksi dengan wisatawan dari luar negeri.
Ke depan, program pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu layanan pariwisata di Desa Gubuklakah. Keterampilan komunikasi yang semakin baik dapat membantu masyarakat memperkenalkan potensi alam, kekayaan budaya, kuliner, serta berbagai produk lokal kepada wisatawan mancanegara.
Melalui program UIN Mengabdi Berdampak Bergerak, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa internasional, dan pelaku usaha lokal menjadi langkah nyata untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan di lapangan, sekaligus memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi peluang pariwisata yang semakin terbuka.

1 Comment
I feel like I have a lot of luck whenever I play on this site. The rewards are generous and the community is great. Try pklucky22