Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
11/05/2026
CITILIVE

Tren “Rumpas” di Kota Malang Mulai Lesu, Pedagang Kawasan Kampus Ikut Terdampak

rifamahmudah
  • Mei 11, 2026
  • 2 min read
Tren “Rumpas” di Kota Malang Mulai Lesu, Pedagang Kawasan Kampus Ikut Terdampak

Tren bisnis rumah pas sewa atau “rumpas” di Kota Malang mulai mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut berdampak pada tingkat hunian mahasiswa hingga omzet pelaku usaha di kawasan sekitar kampus.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan usaha rumpas masih ditemukan di sejumlah titik Kota Malang. Namun, pertumbuhannya tidak lagi sebesar beberapa tahun sebelumnya.

“Kalau sekarang masih ada beberapa, tapi tidak seperti tahun kemarin. Kami juga melihat perkembangan dari rumpas itu sendiri sudah mulai menurun,” ujar Arif, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, penurunan tersebut dipengaruhi perubahan pola kebutuhan tempat tinggal mahasiswa. Banyak mahasiswa saat ini dinilai telah memiliki kos langganan atau memilih hunian permanen dengan fasilitas lebih lengkap.

“Karena sudah terlalu banyak mahasiswa yang mungkin sudah punya tempat kos-kosan lama. Jadi sekarang kebutuhan untuk rumpas juga mulai turun,” jelasnya.

Selain itu, kondisi ekonomi turut memengaruhi daya beli mahasiswa dan masyarakat sehingga lebih selektif dalam menentukan pengeluaran, termasuk biaya tempat tinggal.

Arif menyebut penurunan okupansi mulai terlihat di sejumlah kawasan yang sebelumnya ramai dihuni penyewa rumpas. Dampaknya turut dirasakan pelaku usaha kecil di sekitar lingkungan kampus.

“Teman-teman juga sudah mengingatkan kami kalau tren dari rumpas itu sendiri turun. Apalagi dengan kondisi ekonomi seperti ini,” katanya.

Penurunan aktivitas mahasiswa di kawasan rumpas disebut ikut memengaruhi omzet warung makan, laundry, toko kebutuhan harian, hingga pasar kecil yang selama ini bergantung pada konsumen mahasiswa.

“Pasar-pasar di tempat-tempat yang ada penumpang rumpas itu juga mulai ada tren turun dibandingkan dulu,” imbuhnya.

Meski demikian, Pemerintah Kota Malang menilai sektor hunian mahasiswa masih memiliki prospek jangka panjang mengingat Kota Malang tetap menjadi salah satu kota pendidikan terbesar di Jawa Timur.

Baca Juga:  Tim RBP Mabes Polri Tinjau Inovasi Layanan Publik Polresta Malang Kota

Namun, pola kebutuhan mahasiswa disebut mulai berubah seiring perkembangan zaman. Saat ini, mahasiswa cenderung memilih kos permanen, apartemen mahasiswa, hingga hunian berbasis aplikasi digital yang dinilai lebih praktis dan nyaman.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha rumpas konvensional dituntut beradaptasi agar tetap mampu bersaing di tengah perubahan tren hunian mahasiswa di Kota Malang. (shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *