Ribuan jemaah memadati Stadion Gajayana Kota Malang
MALANG – Ribuan jemaah memadati Stadion Gajayana Kota Malang saat Pengajian Umum dan Doa Bersama bersama Gus Iqdam, Selasa (2/6/2026) malam. Jemaah dari berbagai daerah mulai berdatangan sejak sore hari hingga memenuhi area stadion untuk mengikuti pengajian sekaligus mendoakan korban Tragedi Kanjuruhan.
Suasana religius langsung terasa sejak awal acara. Ribuan jemaah kompak melantunkan salawat dan doa bersama dalam pengajian yang berlangsung khidmat dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
Pimpinan Majelis Sabilu Taubah, Gus Iqdam, mengaku terkesan melihat antusiasme masyarakat Malang Raya yang hadir memenuhi Stadion Gajayana.
“Biasanya ngaji sampai menutup jalan, sekarang di stadion. Alhamdulillah malam ini Malang luar biasa,” ujar Gus Iqdam disambut gema salawat para jemaah.

Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengajak seluruh jemaah untuk khusyuk mendoakan para korban Tragedi Kanjuruhan agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sekaligus mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Ia mengungkapkan, kegiatan pengajian akbar tersebut merupakan inisiatif Kapolresta Malang Kota sebagai bentuk doa bersama sekaligus penghormatan kepada para korban tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan.
“Beliau menghaturkan panjenengan semua dengan tujuan mendoakan almarhum dan almarhumah korban Tragedi Kanjuruhan. Semoga seluruh korban husnul khotimah dan keluarga diberikan ketabahan,” tuturnya.
Sebelum pengajian dimulai, Gus Iqdam juga sempat menyaksikan tayangan video mengenai langkah-langkah penanganan korban Tragedi Kanjuruhan yang dilakukan kepolisian. Momen tersebut diakuinya cukup menyentuh emosinya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan pengajian akbar bersama Gus Iqdam bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum introspeksi bagi institusi kepolisian sekaligus ruang doa bersama masyarakat Malang Raya.
“Ada tiga alasan kami mengundang Gus Iqdam. Pertama, kami aparatur negara, khususnya kepolisian, memohon doa agar bisa memperbaiki diri dan bekerja lebih baik untuk masyarakat,” ujar Putu.
Selain itu, pengajian tersebut juga didedikasikan bagi para tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
“Acara ini kami dedikasikan untuk keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, suporter, dan seluruh warga Malang Raya,” katanya.
Pengajian akbar tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Bupati Malang Sanusi, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, hingga unsur Forkopimda Malang Raya.
Salah satu jemaah asal Kecamatan Sukun, Kholis, mengaku senang akhirnya bisa mengikuti langsung pengajian Gus Iqdam yang selama ini hanya ia saksikan melalui televisi dan media sosial.
“Selama ini cuma lihat di TV dan YouTube. Senang sekali akhirnya bisa hadir langsung. Ceramahnya mudah dipahami dan menyentuh,” ujarnya. (Shin)
