Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
29/08/2026
CITILIVE

Rektor UIN Malang: Profesor Harus Peka dan Berdampak bagi Masyarakat

Shinta lubis
  • Agustus 29, 2026
  • 2 min read
Rektor UIN Malang: Profesor Harus Peka dan Berdampak bagi Masyarakat

CITILIVE — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menegaskan guru besar tidak cukup hanya berkiprah di lingkungan akademik. Profesor, menurutnya, harus mampu menerapkan keilmuannya untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Ilfi saat menghadiri Seminar Nasional (Semnas) dan Bahtsul Masail APMNU Support Muktamar ke-35 NU di SMKN 1 Jombang, Jumat (28/8/2026).

“Apapun bidangnya, profesor harus peka. Harus berdampak dan harus berkontribusi pada masyarakat,” tegas Ilfi.

Menurut Ilfi, gelar profesor membawa tanggung jawab sosial yang lebih besar. Keilmuan yang dimiliki guru besar tidak seharusnya berhenti pada aktivitas pendidikan, penelitian, maupun publikasi ilmiah, tetapi perlu diarahkan untuk menjawab persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia menyebut konsep tersebut sejalan dengan semangat “UIN Mengabdi” dan “Profesor Berdampak”. Perguruan tinggi, kata dia, perlu memberikan ruang yang lebih luas bagi para profesor untuk mengembangkan pengabdian berbasis keilmuan.

“UIN mengabdi dan profesor berdampak. Bagaimana guru besar bisa berkontribusi, ini bagian dari bangsa. Kontribusi para profesor apa? Semua dalam pendekatan ilmiah dan keagamaan,” ujarnya.

Ilfi juga menilai persoalan masyarakat semakin kompleks sehingga membutuhkan pendekatan lintas disiplin. Dalam konteks tersebut, pendekatan ilmiah perlu berjalan beriringan dengan perspektif keagamaan, terutama ketika membahas persoalan yang berkaitan dengan hukum dan kehidupan sosial.

“Integrasi dalam perspektif keagamaan. Penyelesaian bisa secara hukum positif atau pendekatan syariah,” jelasnya.

Ia menilai forum Bahtsul Masail APMNU dapat menjadi ruang bagi akademisi dan ulama perempuan untuk mengkaji persoalan aktual sekaligus merumuskan solusi yang memiliki landasan keilmuan dan keagamaan.

Menurutnya, forum semacam itu penting untuk mempertemukan perspektif akademik, hukum, sosial, dan keagamaan sehingga hasil pembahasan dapat lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Menyediakan Mudik Gratis bagi Warga Kepulauan

Ilfi menegaskan UIN Malang berkomitmen memberikan ruang bagi para profesor untuk memperluas kontribusinya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

“Memberikan ruang kepada para profesor untuk memberikan kontribusi maupun ruang untuk mengabdi pada bangsa,” katanya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mengambil bagian dalam penyelesaian persoalan sosial.

Karena itu, keterlibatan profesor dalam forum yang mempertemukan akademisi, pesantren, ulama, dan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat hubungan antara keilmuan dan kebutuhan masyarakat.

Semnas dan Bahtsul Masail APMNU di SMKN 1 Jombang menjadi salah satu forum yang mempertemukan perspektif akademik dan keagamaan dalam membahas persoalan aktual. Bagi UIN Malang, forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mendorong peran profesor agar tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi menghasilkan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.