Prabowo: Lahan Tebu Banyak Tak Diremajakan 12 Tahun, Pemerintah Siapkan Program Nasional Dongkrak Produksi Gula
CITILIVE – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap masih banyak lahan tebu di Indonesia yang tidak mengalami peremajaan selama lebih dari 12 tahun. Kondisi tersebut dinilai menjadi penyebab utama rendahnya produktivitas perkebunan tebu nasional sehingga pemerintah akan meluncurkan program peremajaan berskala nasional untuk mengejar target swasembada gula.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat memimpin Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut terhubung dengan panen raya serentak di 43 titik di berbagai daerah yang melibatkan komoditas tebu, padi, dan kedelai.
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan laporan Kementerian Pertanian menunjukkan sebagian besar kebun tebu nasional sudah memasuki usia tua karena tidak diremajakan dalam kurun waktu yang sangat lama.

“Banyak lahan tebu di Indonesia sudah lebih dari 12 tahun tidak mengalami peremajaan. Ini tentu berdampak terhadap produktivitas hasil panen,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, pemerintah tidak akan membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut. Peremajaan kebun tebu akan dilakukan secara bertahap melalui program nasional untuk meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat pasokan bahan baku industri gula, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Prabowo menegaskan swasembada pangan, termasuk swasembada gula, hanya dapat dicapai apabila sektor hulu pertanian dibenahi secara menyeluruh. Karena itu, pemerintah akan mempercepat modernisasi pertanian melalui penggunaan alat dan mesin pertanian, peningkatan kualitas benih, peremajaan tanaman, hingga penguatan hilirisasi hasil produksi.

Ia juga menekankan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, melainkan gerakan nasional yang harus melibatkan seluruh elemen bangsa.
“Pemerintah, TNI, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, akademisi, hingga para petani harus bergerak bersama untuk mewujudkan swasembada pangan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyaksikan langsung proses panen tebu menggunakan mekanisasi modern. Menurutnya, penerapan teknologi pertanian menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing sektor perkebunan nasional.
Panen raya di Kabupaten Malang menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional. Selain tebu, kegiatan tersebut juga terhubung secara daring dengan panen padi dan kedelai di puluhan daerah sebagai simbol penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Dengan program peremajaan kebun tebu yang segera dijalankan, pemerintah berharap produktivitas nasional meningkat signifikan sehingga target swasembada gula dapat diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula.
