Peminat Tembus 45 Ribu, UTBK 2026 di UM Diikuti 19.640 Peserta, Pengamanan Super Ketat
CITILIVE, MALANG – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Negeri Malang (UM) berlangsung lancar hingga hari kedua, Selasa (21/4/2026). Kampus tersebut menjadi salah satu pusat ujian favorit dengan jumlah peminat mencapai 45.939 orang.
Rektor UM, Prof. Hariyono, menyatakan seluruh tahapan ujian berjalan sesuai prosedur dan terus dipantau ketat oleh panitia.
“Secara umum pelaksanaan berjalan baik. Kami terus melakukan pemantauan langsung untuk memastikan seluruh proses sesuai standar dari panitia pusat,” ujarnya saat konferensi pers di Lobby Graha Rektorat UM.

Pelaksanaan UTBK di UM dijadwalkan berlangsung hingga 28 April 2026. Laporan saat ini masih bersifat sementara berdasarkan hasil evaluasi hari pertama dan kedua.
Wakil Rektor I UM, Prof. Ibrahim Bafadal, menjelaskan dari total 45.939 pendaftar yang memilih UM, sebanyak 19.640 peserta mengikuti ujian di lokasi UM.
Menurutnya, selisih jumlah tersebut terjadi karena sistem penempatan lokasi ujian ditentukan panitia pusat.
“Peserta hanya memilih kota ujian, bukan kampus. Penempatan lokasi dilakukan pusat untuk mencegah potensi kecurangan,” jelasnya.
Selain di UM, peserta UTBK di Kota Malang juga didistribusikan ke sejumlah perguruan tinggi lain seperti Universitas Brawijaya dan Politeknik Negeri Malang.
Untuk menunjang pelaksanaan, UM menyiapkan 67 ruang ujian yang tersebar di sejumlah gedung kampus. Sebanyak 1.304 unit komputer disediakan di setiap sesi ujian.
Dengan sistem dua sesi per hari, kapasitas layanan mencapai sekitar 2.600 peserta per hari. Peserta bahkan sudah hadir sejak pukul 06.00 WIB guna memastikan lokasi ujian dan mengikuti pemeriksaan awal.
Panitia juga menerapkan pengamanan berlapis. Seluruh barang bawaan peserta wajib dititipkan di luar ruang ujian dan peserta menjalani pemeriksaan ketat sebelum masuk.
Sebagai bagian dari kebijakan pusat, CCTV di ruang ujian dimatikan untuk mencegah potensi kebocoran soal melalui rekaman layar.
Pada UTBK tahun ini, UM juga melayani 11 peserta disabilitas, meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah sembilan orang.
Sementara itu, sistem baru UTBK 2026 yang tidak memperbolehkan peserta memilih lokasi kampus secara langsung dinilai efektif menekan praktik joki.
“Dengan sistem ini, peserta tidak bisa menentukan lokasi sendiri. Ini untuk meminimalisir kecurangan,” tegas panitia.
Jika ditemukan pelanggaran seperti manipulasi identitas atau penggunaan joki, panitia memastikan akan menindak tegas hingga ke ranah hukum.
Hingga hari kedua pelaksanaan, tidak ada laporan gangguan signifikan. UM optimistis UTBK 2026 berjalan lancar hingga penutupan pada 28 April mendatang. (Shin)
