Pariwisata Kota Malang Meledak! PAD Tembus Rp246 Miliar, Jadi Penopang Utama Kas Daerah
CITILIVE,MALANG – Sektor pariwisata Kota Malang menunjukkan performa impresif sepanjang tahun 2025. Kontribusi sektor ini terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat menembus Rp246 miliar, menjadikannya salah satu penopang utama kas daerah.
Capaian tersebut berasal dari berbagai lini usaha yang berkaitan langsung dengan aktivitas wisata, seperti hotel, restoran, hiburan, tempat rekreasi, hingga usaha penunjang lainnya. Tingginya perputaran ekonomi di sektor jasa dan kunjungan wisatawan menjadi faktor utama melonjaknya pendapatan tersebut.
Kota Malang dinilai memiliki daya tarik kuat sebagai salah satu destinasi favorit di Jawa Timur. Selain dikenal sebagai Kota Pendidikan, Malang juga memiliki kekuatan di sektor wisata kuliner, kawasan heritage, pusat belanja, serta suasana kota yang sejuk dan nyaman bagi wisatawan.
Letak strategis Kota Malang yang menjadi pintu gerbang menuju Kota Batu dan Kabupaten Malang turut memberikan dampak positif. Banyak wisatawan yang singgah, menginap, maupun menghabiskan waktu di Kota Malang sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan wisata lain di Malang Raya.
Lonjakan PAD dari sektor pariwisata ini sekaligus menjadi indikator bangkitnya ekonomi lokal. Hotel dan restoran kembali ramai, pusat kuliner tumbuh pesat, serta agenda kegiatan skala lokal maupun nasional ikut mendongkrak kunjungan wisatawan.
Namun di balik capaian tersebut, DPRD Kota Malang memberikan sejumlah catatan penting. Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi, mengapresiasi meningkatnya kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah.
Meski begitu, ia menilai Pemerintah Kota Malang masih perlu menyiapkan roadmap atau peta jalan pengembangan pariwisata agar arah pembangunan sektor ini lebih terukur dan berkelanjutan.
Menurut Suryadi, setelah pengembangan kawasan Kayutangan Heritage, belum terlihat adanya destinasi baru yang digarap serius oleh pemerintah daerah. Padahal, inovasi menjadi kunci utama agar wisata Kota Malang tetap kompetitif.
“Karena destinasi wisata harus melakukan inovasi terus agar tidak ditinggal oleh pengunjung,” tegasnya.
Ia menilai, tanpa pengembangan destinasi baru dan pembaruan konsep wisata, potensi kenaikan PAD dari sektor pariwisata bisa stagnan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga tren positif ini.
Pemerintah Kota Malang sendiri terus mendorong penguatan sektor wisata melalui penataan kawasan kota, peningkatan kebersihan, pengembangan event, serta pembenahan infrastruktur pendukung.
Dengan raihan Rp246 miliar tersebut, sektor pariwisata diproyeksikan tetap menjadi salah satu andalan PAD Kota Malang pada 2026. Jika inovasi terus dilakukan, capaian itu berpotensi kembali meningkat. (Shin)
