Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
19/07/2026
CITILIVE

Muskot III KORMI Kota Malang Digelar, Wali Kota Minta Ketua Baru Genjot Prestasi dan Perluas Budaya Olahraga Masyarakat

Shinta lubis
  • Juli 18, 2026
  • 3 min read
Muskot III KORMI Kota Malang Digelar, Wali Kota Minta Ketua Baru Genjot Prestasi dan Perluas Budaya Olahraga Masyarakat

CITILIVE – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Malang menggelar Musyawarah Kota (Muskot) III Tahun 2026 di Hall Stadion Gajayana, Sabtu (18/7/2026). Forum tertinggi organisasi tersebut menjadi ajang pemilihan ketua baru sekaligus penentuan arah pembinaan olahraga masyarakat di tengah meningkatnya jumlah komunitas olahraga di Kota Malang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang membuka kegiatan itu menegaskan kepengurusan baru KORMI harus mampu menghadirkan terobosan agar olahraga masyarakat tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga melahirkan prestasi serta memperkuat budaya hidup sehat warga.

“Siapa pun yang terpilih nanti memiliki tantangan yang tidak ringan. Pembinaan olahraga masyarakat membutuhkan sinergi yang kuat, dukungan pembiayaan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Wahyu.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Malang akan terus mendukung KORMI dalam memperluas partisipasi masyarakat berolahraga sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan komunitas olahraga.

“Kami akan terus bersinergi dengan KORMI agar pembinaan olahraga masyarakat berjalan lebih baik dan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan bagi Kota Malang,” katanya.

Menurut Wahyu, kepemimpinan baru KORMI harus mampu menjaga eksistensi organisasi sekaligus menjadikan olahraga masyarakat sebagai bagian dari gaya hidup warga.

“KORMI harus terus bergerak, memberi semangat kepada masyarakat, dan membuktikan bahwa olahraga masyarakat mampu meningkatkan kualitas hidup warga Kota Malang,” tegasnya.

Ketua Umum KORMI Jawa Timur Debi Sisilia Samoa menekankan proses Muskot harus berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar menghasilkan kepemimpinan yang sah dan memiliki legitimasi kuat.

Ia menilai Kota Malang memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga masyarakat di Jawa Timur sehingga membutuhkan pemimpin yang inovatif dan mampu mengonsolidasikan seluruh Induk Organisasi Olahraga (Inorga).

Baca Juga:  Kapolres Malang Menjadi Inspektur Upacara HKN

“Semoga Muskot ini melahirkan nahkoda baru yang inovatif, amanah, dan mampu mewujudkan masyarakat Kota Malang yang sehat, bugar, gembira, sekaligus berprestasi melalui olahraga masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KORMI Kota Malang periode 2022–2026 Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan perkembangan signifikan organisasi selama empat tahun terakhir. Jumlah Inorga yang berada di bawah naungan KORMI meningkat lebih dari tiga kali lipat, dari 17 organisasi pada 2022 menjadi 60 Inorga pada 2026.

“Peningkatan ini menunjukkan olahraga masyarakat di Kota Malang berkembang pesat dan semakin diminati warga,” kata Sofyan.

Menurutnya, bertambahnya jumlah Inorga menjadi indikator semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam olahraga rekreasi sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan olahraga berbasis komunitas.

Ia juga menyebut pemilihan Stadion Gajayana sebagai lokasi Muskot memiliki nilai historis karena stadion kebanggaan Kota Malang tersebut akan memasuki usia 100 tahun pada Agustus mendatang.

“Kami berharap semangat sejarah Stadion Gajayana menjadi energi baru bagi KORMI untuk terus berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Sofyan turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang, khususnya Wali Kota Malang dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), atas dukungan terhadap pengembangan olahraga masyarakat, mulai dari penyediaan sekretariat hingga fasilitasi berbagai program pembinaan.

Melalui Muskot III ini, KORMI Kota Malang diharapkan mampu melahirkan kepengurusan baru yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga rekreasi serta meningkatkan kontribusi Kota Malang sebagai salah satu barometer olahraga masyarakat di Jawa Timur.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *