NewDaftar / Login NetwriterDAFTAR
24/09/2023
CITILIVE

Diskusi Publik Politik Kebangsaan: Mewadahi Kaum Muda Menuju Pemilu 2024

  • September 14, 2023
  • 2 min read
Diskusi Publik Politik Kebangsaan: Mewadahi Kaum Muda Menuju Pemilu 2024

CITILIVE- Sebuah diskusi publik berlabel politik kebangsaan digelar oleh komunitas Ngalam Media Center di sebuah kafe di Kota Malang, Selasa (12/9/2023). Edukasi politik di targetkan dapat merangkul dan mewadahi kaum muda. Khususnya pemilih pemula dalam Pemilu Serentak pada Februari 2024 mendatang.

Salah satu narasumber diskusi yang juga anggota DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman mengatakan bahwa kaum milenial turut menentukan suksesnya pesta demokrasi, sehingga harus menggunakan hak suaranya dengan baik.

Fuad berpesan agar jangan memandang politik itu sebelah mata atau tidak baik, karena pada dasarnya politik memberi banyak pelajaran dan pengalaman. “Banyak sisi posiitif dari politik, dan semua itu tergantung kita mau memandang politik dari kacamata seperti apa,” jelasnya.

Melansir malangkota.go.id, Kaum muda harus kritis agar nantinya terpilih calon pemimpin bangsa yang sesuai harapan rakyat. “Kita butuh edukasi politik dan kita juga perlu memperbanyak literasi-literasi untuk gen Z ini. “Jadi saya mengajak kepada para politisi, pemerintah dan masyarakat, ayo kita melek politik dengan banyak mengakses informasi sebanyak-banyaknya bahwa politik itu untuk kebaikan,” imbuhnya.

Pesta demokrasi penting di sukseskan, sehingga diskusi seperti ini akan terus di gagas. Dengan begitu akan turut menekan angka golput atau warga yang tidak menggunakan hak suaranya, terutama dari kalangan kaum muda.

Baca selengkapnya: Operasi Zebra Semeru 2023: Menjaga Keamanan Lalu Lintas Menuju Pemilu Damai 2024

Terkait dunia politik ini, menurut Azizah Mukti selaku perwakilan kaum muda, mengaku tidak alergi dengan politik dengan catatan apa yang menjadi program calon pemimpin harus realistis dan berkelanjutan. “Selain itu, para politisi ini jangan muncul setiap lima tahun sekali saja yaitu ketika akan pemilu,” ungkapnya.

Azizah turut menambahkan, bahwa para politisi ingin mendapatkan popularitas yang di anggap ‘keren’ bagi generasi muda.

“Padahal sesuatu hal yang keren bagi kami itu bukan yang seperti itu. Keren bagi kami adalah keren dan juga berkelanjutan,” pungkas Azizah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *