Jelang Idul Adha, Stok Sapi Lokal Menipis di Malang, Pemkot Siapkan Opsi Impor
CITILIVE – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, stok sapi lokal di Kota Malang dilaporkan menurun. Pemerintah Kota Malang menyiapkan langkah antisipasi melalui opsi pengadaan sapi impor serta memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang Slamet Husnan mengatakan, berkurangnya stok sapi lokal diduga karena peternak menahan penjualan hingga mendekati momentum Idul Adha.
“Stok sapi lokal memang cenderung menurun. Biasanya ditahan dulu oleh peternak dan akan dilepas saat mendekati Idul Adha, sehingga berpotensi terjadi kenaikan harga,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, pola tersebut kerap terjadi setiap tahun karena permintaan hewan kurban meningkat tajam saat mendekati hari raya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Malang melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menggandeng sejumlah perusahaan untuk mendatangkan sapi impor.
Jelang Iduladha, Penjualan Kambing Kurban di Malang Raya Anjlok hingga 40 Persen
Namun, pengadaan sapi impor tetap dibatasi sesuai regulasi yang berlaku.
“Ada aturan bahwa jumlah sapi impor tidak boleh melebihi 50 persen dari jumlah sapi lokal,” jelasnya.
Slamet menambahkan, kebutuhan pasti sapi kurban tahun ini masih menunggu perkembangan pasar dan diperkirakan baru terlihat mendekati Idul Adha. Berdasarkan data tahun sebelumnya, kebutuhan sapi di Kota Malang mencapai sekitar 2.500 ekor.
Selain menjaga pasokan, Pemkot Malang juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban agar hewan yang dijual dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Khofifah Salurkan Bansos Rp7 Miliar untuk Ribuan Penerima Manfaat di Kabupaten Malang
Untuk mendukung pemeriksaan lapangan, Pemkot menggandeng Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya.
“Sekitar 500 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan biasanya kami libatkan untuk memeriksa hewan di kandang penjualan hingga saat proses penyembelihan,” katanya.
Upaya pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga terus dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Program vaksinasi dilaksanakan bertahap hingga tiga dosis.
Jika ditemukan kasus, hewan yang terindikasi akan langsung dilokalisasi dan mendapatkan penanganan hingga dinyatakan sembuh.
“Alhamdulillah, hingga saat ini Kota Malang masih nihil kasus PMK. Kami berharap kondisi ini tetap terjaga,” pungkasnya.
Pemkot Malang memastikan ketersediaan hewan kurban tetap aman dan harga tetap terkendali menjelang Idul Adha 2026.
